"Bahkan di samping itu beliau juga sering berdakwah ke berbagai negara. Saya rasa sudah lebih 20 negara yang beliau kunjungi untuk kepentingan dakwah," tambah Anwar.
Baginya, Tengku Zul adalah seorang ulama yang gaya bicaranya blak-blakan dan apa adanya. Oleh karena itu banyak orang yang senang tapi juga banyak orang yang tidak suka.
Anwar kerap berbicang dengan Tengku Zul ketika dia masih duduk di MUI. Perbincangan menyangkut berbagai masalah yang terkait dengan kehidupan sosial, ekonomi, agama dan politik di negeri ini serta juga perjuangan hidup.
"Beliau dalam kesimpulan saya adalah seorang anak yang sangat-sangat sayang dan patuh sekali kepada ibu atau orang tuanya. Oleh karena itu dalam kesimpulan saya pak Tengku zulkarnain ini adalah orang baik," imbuh Anwar.
Kepergian Tengku Zul telah membuat banyak orang bersedih karena merasa kehilangan sosok ulama yany mereka sayangi dan kagumi. Tetapi untuk diri Tengku Zul sendiri, ia merasa kepergian ini akan sangat menguntungkan karena Tengku Zul meninggal di hari mendekati usainya bulan suci ramadhan dan meninggal karena wabah Covid-19.
"Nabi Muhammad SAW mengatakan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dan menegakkan serta mengisi malamnya dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dosa-dosanya yang terdahulu kata Nabi akan diampuni oleh Allah SWT. Dan juga Nabi berkata barangsiapa yang meninggal karena wabah maka matinya kata Nabi adalah masuk ke dalam kategori mati syahid," tuturnya
"Jadi dalam kesimpulan saya beliau kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan bersih dari dosa, dan kematian yang beliau alami jelas-jelas masuk ke dalam kategori mati yang sangat-sangat dihormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Jadi Insya Allah dengan terjadinya peristiwa ini pada diri beliau, beliau kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan suci dari dosa," pungkas Anwar.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.