Petugas Kesulitan Evakuasi Korban Longsor Tambang Emas di Solok Selatan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 11 Mei 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 340 2408766 petugas-kesulitan-evakuasi-korban-longsor-tambang-emas-di-solok-selatan-y164Q2RCTR.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Sebanyak tujuh warga tewas dan satu masih dalam proses pencarian saat terjadi longsor tambang emas di Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin 10 Mei 2021. Selain itu, ada sembilan warga lainnya yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan, Fikri, kondisi medan pascalongsor menyulitkan giat evakuasi dari TKP menuju kendaraan pertolongan.

“Medan yang cukup sulit untuk evakuasi korban dari TKP ke mobil rescue,” terang Fikri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021).

Baca juga:  7 Orang Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Solok Selatan

Kata Fikri, peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas hujan yang tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu 9 Mei 2021 sore hingga Senin 10 Mei 2021 dini hari.

Usai mendapat laporan bencana tanah longsor tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat segera melakukan evakuasi para korban. Dalam hal ini, para korban telah dibawa dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuju Puskesmas Bidar Alam.

Baca juga:  Diterjang Longsor, Jalan Lintas Barat Riau-Sumbar Terputus

Sementara itu, berdasarkan laporan secara visual yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bebatuan berukuran besar, material tanah dan beberapa potongan batang kayu masih terlihat di lokasi kejadian.

Selain itu, sebuah alat berat jenis eskavator yang diduga milik penambang juga masih ada di lokasi tersebut.

Tingkat Kerawanan dan Potensi Prakiraan Cuaca Solok Selatan

Menurut data InaRisk BNPB, Kabupaten Solok Selatan termasuk dalam wilayah yang memiliki potensi risiko bencana tanah longsor dalam indeks kategori sedang hingga tinggi.

Dalam catatan InaRisk, terdapat tujuh wilayah kecamatan yang masuk dalam Kawasan Risiko Bencana tanah longsor dengan luas bahaya mencakup hingga 208.764.

Sementara itu, berdasarkan hasil analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang ekuatorial lainnya.

Adapun menurut BMKG, kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan dengan indeks kategori sedang hingga lebat terhitung mulai tanggal 10-17 Mei 2021.

Dalam hal ini Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah yang diperkirakan terdampak potensi cuaca tersebut. BMKG juga menambahkan bahwa untuk tiga hari kedepan, dampak banjir/bandang dengan kategori ‘waspada’ juga perlu diantisipasi khususnya untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini