Kesaksian WNI di Gaza: Tak Ada Tempat Berlindung saat Konflik Israel-Palestina Berkecamuk

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 12 Mei 2021 02:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 18 2409303 kesaksian-wni-di-gaza-tak-ada-tempat-berlindung-saat-konflik-israel-palestina-berkecamuk-KCr1VBYYOz.jpg Konflik Israel dan Palestina (Foto: Reuters)

Bentrokan terbaru ini terjadi menyusul peristiwa berdarah antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel yang terulang kembali di kawasan Kota Tua, Yerusalem, Sabtu 8 Mei waktu setempat.

Dalam bentrokan itu, para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi dan menyalakan api di Gerbang Damaskus di Kota Tua Yerusalem, dan aparat menanggapinya dengan menembakkan granat kejut dan meriam air.

Tim kesehatan Palestina mengatakan lebih dari 300 orang Palestina terluka, sementara kepolisian Israel mengatakan setidaknya 20 orang petugas terluka.

Kompleks suci bagi Islam dan Yudaisme

Insiden ini kembali terjadi setelah kerusuhan berhari-hari menyusul ancaman pengusiran terhadap warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem merupakan salah satu situs Islam yang paling dihormati, tetapi lokasinya juga merupakan situs tersuci dalam Yudaisme, yang dikenal sebagai Temple Mount.

Kompleks ini acap kali menjadi titik nyala kekerasan, tetapi insiden pada hari Jumat termasuk yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan PBB pada hari Sabtu telah menyatakan "keprihatinan mendalam" atas kekerasan yang terus meningkat di wilayah itu.

Dalam perkembangan terpisah pada hari Sabtu, militer Israel mengatakan sebuah roket ditembakkan oleh militan Palestina dari Jalur Gaza yang dikuasai kelompok militan Hamas ke wilayah Israel.

"Sebagai tanggapan, pesawat kami baru saja menyerang pos militer Hamas di wilayah selatan Gaza," demikian cuitan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Twitter.

IDF tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi media Israel melaporkan bahwa roket itu mendarat di kawasan terbuka tanpa menyebabkan cedera atau kerusakan.

Seperti apa kejadian kekerasan terbaru?

Bentrokan pada hari Sabtu terjadi di Gerbang Damaskus setelah puluhan ribu jamaah menggelar salat di masjid Al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan setidaknya 90 orang Palestina terluka, dan 14 orang dilarikan ke rumah sakit ketika itu.

Sebelumnya, polisi Israel telah menghentikan puluhan bus yang membawa rombongan jamaah ke masjid, dan sejumlah warga Palestina ditangkap setelah kekerasan pada hari Jumat.

"Mereka tidak ingin kami berdoa. Ada perkelahian setiap hari, setiap hari ada bentrokan. Setiap hari selalu ada masalah," kata Mahmoud al-Marbua, 27 tahun, kepada kantor berita Reuters.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya bertindak secara bertanggung jawab untuk memastikan proses hukum dan ketertiban tetap berjalan, sambil mempertahankan kebebasan beribadah.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengutuk apa yang dia katakan sebagai "serangan penuh dosa" Israel.

Apa yang terjadi di kompleks Al-Aqsa pada hari Jumat?

 

Sebelumnya, bentrokan berdarah terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam waktu setempat 7 Mei.

Ini terjadi setelah polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan batu.

Insiden ini terkait dengan ancaman pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan, ungkap kantor berita Reuters merujuk laporan dari kedua pihak.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini