JAKARTA - Kasus Covid-19 berpotensi melonjak pasca-libur Lebaran 1442 H mengingat masih banyak yang nekat mudik. Prediksi Polri menyebutkan, akan ada ratusan ribu pemudik yang kembali ke Jakarta, yang puncaknya terjadi hari ini, Minggu (16/5/2021).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kepada seluruh pihak untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota, dan tidak saling menyalahkan.
"Apabila ternyata benar kasus melonjak, saya harap kita tidak saling menyalahkan. Karena semua pihak ada kontribusi kesalahan," kata Sahroni kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).
Baca Juga: Taman Margasatwa Ragunan Ditutup hingga Selasa 19 Mei
Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini melihat, pemerintah pusat maupun daerah kurang konsisten dalam membuat kebijakan pelarangan mudik. Di sisi lain, masyarakat juga tetap ngotot untuk melakukan mudik di tengah berbagai larangan yang diberlakukan untuk menghindari penyebaran pandemi Covid-19, meskipun polisi sudah menegakkan aturan dengan sangat ketat. Sehingga, ini perlu menjadi bahan koreksi bersama.
"Pemerintah baik pusat atau daerah banyak mengeluarkan aturan yang tidak konsisten," ungkapnya.
"Polisi juga sudah maksimal melakukan berbagai upaya seperti penyekatan, pemeriksaan, tes acak, namun memang pada akhirnya tidak bisa membendung lonjakan warga yang ingin mudik. Jadi ini harus jadi koreksi bagi kita semua," sambung Sahroni.
Baca Juga: Heboh Pantai Carita Dipadati Wisatawan, Instruksi Wahidin Diabaikan?
Oleh karena itu, legislator Dapil DKI Jakarta ini meminta kepada pihak terkait agar bersiap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 dan tidak saling menyalahkan.
"Jadi memang kalau ada lonjakan, kita jangan saling menyalahkan, kita tanggung saja bersama-sama," imbaunya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.