Dimarahi Gadaikan Motor, Menantu Bunuh Mertua & Kakak Ipar dengan Cara Sadis

krjogja.com, · Senin 17 Mei 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 512 2411295 dimarahi-gadaikan-motor-menantu-bunuh-mertua-kakak-ipar-dengan-cara-sadis-uVHPTlNIXB.jpg Pelaku pembunuhan sadis terhadap mertua dan kakak ipar ditangkap polisi (Foto : KRJogja)

KENDAL – Peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Dusun Doro RT 01 RW 05 Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung. Pelaku ditangkap tiga hari setelah kejadian setelah melarikan diri.

Pembunuhan yang menyebabkan seorang ibu bernama Muhayanah (65) dan anaknya Karyati (44) tidak lain adalah menantu Muhayanah yaitu AR (31).

Peristiwa sadis itu dilakukan lantaran pelaku tersinggung karena dimarahi korban padahal kedatangan dirinya ke rumah adalah untuk meminta maaf telah menggadaikan motor milik korban. AR pun kalap setekah korban yang juga mertuanya meminta pelaku menceraikan anaknya.

Karena kalap pelaku langsung mengambil pisau yang ada di dapur dan menusukan ke leher korban. Usai menusuk korban, AR menarik korban yang sudah tidak bernyawa dan berlumuran darah ke kamar mandi.

Tak berapa lama Karyati masuk rumah dan melihat korban tak bernyawa dan sedang dibawa ke kamar mandi langsung berteriak. Takut ketahuan pelaku langsung mengejar korban Karyati dan menusuk beberapa kali kepala korban Karyati dengan pisau dan memukul kepala dengan tabung gas elpiji 3 Kg. Kedua korban mertua dan kakak iparpun sama-sama dibawa ke kamar mandi.

“Kedatangan saya ke rumah ibu mertua karena mau minta maaf sudah menggadaikan sepeda motor, tapi saya malah dicaci-maki dan minta saya menceraikan istri saya, karena emosi maka saya tusuk leher ibu mertua saya dan saat datang kakak ipar saya berteeiak dan minta tolong saya tusuk kepala dan saya pukul dengan tabung gas,” ujar AR, Senin (17/5/2021).

Usai melakukan perbuatan tersebut dengan menggunakan HP kakak iparnya, pelaku meminjam mobil untuk kabur. Sebelum di tangkap di persembunyian di daerah Indramayu, korban singgah di beberapa kota agar tidak terlacak.

Baca Juga : Ditangkap Polisi, Wanita yang Memaki Petugas Minta Maaf

Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo kepada media mengatakan korban terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat ditangkap di persembunyiannya di Indramayu. “Motifnya karena emosi saat di marahi dan diminta menceraikan istrinya,” ujar Raphael.

Kejadian pembunuhan menurut Kapolres hari Minggu 9 Mei di dapur rumah Muhayanah, pelaku masuk rumah melalui pintu belakang rumah korban, karena sudah terbiasa maka pelaku dengan mudah masuk ke rumah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini