Sering Dicaci Maki, Habib Bahar: Saya Cucu Nabi Muhammad ke-29!

MNC Portal, · Selasa 18 Mei 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 525 2411818 habib-bahar-dicaki-maki-saya-tak-balas-saya-cucu-nabi-muhammad-ke-29-6P9PfIbvtX.jpg Dok: Okezone

BANDUNG – Sidang kasus penganiayaan sopir taksi online dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (18/5/2021).

(Baca juga: Di Persidangan, Habib Bahar Bilang Pukul Korbannya dengan Tangan Kosong)

Sidang tersebut digelar secara virtual lantaran terdakwa Habib Bahar bin Smith berada di Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Hakim Surachmat itu, Habib Bahar mengaku sebagai cucu ke-29 dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Hal itu diutarakan Habib Bahar saat hakim Surachmat menceritakan sebuah kisah Rasulullah yang dilempari dan dihina oleh kaum Yahudi.

"Beliau (Nabi Muhammad) dihina dan dicaci dimaki dan dilempari kotoran unta, beliau diam. Tetapi kalau selain daripada urusan pribadi, beliau tidak pernah diam. Ada yang mengaku nabi palsu, dibunuh oleh beliau,” ujarnya.

“Dibunuh, yang mulia, dan itu bukan hanya zaman nabi. Di zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau pernah menyuruh memotong tangan perempuan yang pernah menghina Rasulullah. Di zaman sayyidina Umar bin Khattab, beliau pernah membunuh orang yang menghina Rasulullah," sambung Habib Bahar.

Habib Bahar lantas menceritakan pengalaman pribadinya yang mengaku kerap dicaci maki, namun dirinya tak pernah membalas pelaku dengan cacian juga.

(Baca juga: Ridwan Kamil Temani Jokowi Tinjau Poyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung)

"Di Singkawang ada orang yang menghina saya dan di media sosial. Dia hina saya, kemudian dilaporkan. Saya bikin surat yang mulia, saya mohon kepada majelis hakim Singkawang untuk membebaskan yang sudah menghina saya. Karena saya sudah memaafkan dia dan dia tidak memiliki salah kepada saya. Saya sudah memaafkan siapapun yang menghina pribadi saya, asalkan tidak menghina agama saya," bebernya.

Dia juga memberikan sebuah kasus lainnya di Bogor. Menurutnya, ada seorang perempuan yang dilaporkan oleh anaknya lantaran menghina Bahar.

"Dia dilaporkan karena menghina saya di media sosial. Akhirnya saya bikin surat pernyataan, saya tidak rela atau tidak ridho kalau wanita itu ditahan. Saya minta tolong perempuan itu dibebaskan dan kalaupun diadili, mohon dibebaskan. Itu bisa ditanyakan kepada jaksa bu Anita dan bisa ditanyakan ke korban," terang Bahar.

"Tapi kalau pribadi saya dihina dan dicaci, insya Allah kakek kami mengajarkan itu. Kakek kami mengajarkan itu, saya cucu nabi Muhammad ke-29," sambung Bahar.

Habib Bahar akan bertindak tegas, bila ada orang yang menghina agama dan keluarganya.

"Saya tidak akan tinggal diam yang mulia. Lebih baik saya yang hancur, asalkan NKRI hidup, biarkan saya yang hancur asalkan Islam tetap jaya. Biarkan saya mati dan binasa asalkan NKRI, agama Islam, dan keluarga tetap hidup. Biarkan saya yang lapar, asalkan yang lain tetap kenyang. Itu saya," tutup Habib Bahar.

Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar kembali diseret ke pengadilan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar melanjutkan pengusutan kasus penganiayaan yang dialami korban Andriansyah pada 4 September 2018.

Padahal, antara korban Andriansyah dengan pelaku Habib Bahar telah berdamai. Habib Bahar memberikan uang santunan dan pengobatan kepada korban sebesar Rp25 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini