Hamas Prediksi Gencatan Senjata Terjadi Esok, Israel Tegaskan Tidak

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 20 Mei 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 18 2412946 hamas-prediksi-gencatan-senjata-terjadi-esok-israel-tegaskan-tidak-q8xLq8FIWY.jpg Konflik Israel-Palestina terus memanas (Foto: CNN)

YERUSALEM – Pejabat Hamas memperkirakan gencatan senjata dalam konflik berdarah Israel-Palestina bisa segera terjadi dalam 24 jam ke depan, atau esok hari waktu setempat. Gencatan senjata ini terjadi ketika para pemimpin dunia menekan kedua belah pihak untuk mengakhiri pertempuran.

Seorang pemimpin Hamas pada Rabu (19/5) menggambarkan "suasana positif" di sekitar pembicaraan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Hal ini terjadi berkat dukungan dari “saudara Mesir dan Qatar”.

Lalu bagaimana respon Israel? Ditanya di radio publik Kan Israel apakah gencatan senjata akan dimulai pada Jumat esok, Menteri Intelijen Eli Cohen menampik hal tersebut.

"Tidak. Kami pasti melihat tekanan internasional yang sangat signifikan ... kami akan menyelesaikan operasi ketika kami memutuskan bahwa kami telah mencapai tujuan kami,” tegasnya.

PM Israel Benjamin Netanyahu, yang berbicara dengan Biden melalui telepon pada Rabu (19/5), mengatakan Israel ingin mencapai "pencegahan yang kuat" untuk mencegah kelompok Islam Hamas yang berkuasa di Gaza dari konfrontasi di masa depan.

(Baca juga: Menlu RI Bertemu Presiden Majelis Umum dan DK PBB Bahas Isu Palestina)

Televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar melaporkan bahwa utusan perdamaian Timur Tengah PBB Tor Wennesland bertemu dengan kepala Hamas Ismail Haniyeh di Qatar.

Diketahui, kekhawatiran terus berkembang atas situasi kemanusiaan yang memburuk, ketika konflik berkecamuk selama 10 hari yang telah menyebabkan 220 orang tewas, termasuk lebih dari 60 anak. Sedangkan dari Israel 12 orang tewas, termasuk dua anak.

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan pada Selasa (18/5) jika 11 anak di Gaza antara usia 5 tahun dan 15 tahun telah berpartisipasi dalam program perawatan trauma sebelum serangan udara Israel menewaskan mereka di rumah.

(Baca juga: Heroik, Bocah 11 Tahun Berhasil Kalahkan Penculik yang Bawa Pisau)

Sekretaris Jenderal NRC Jan Egeland menyatakan kemarahannya pada apa yang dia sebut sebagai "pertukaran roket dan rudal yang menjengkelkan dan gila," dan mengatakan baik politisi dan jenderal Israel, serta Hamas dan militan Jihad Islam di Gaza, harus dimintai pertanggungjawaban.

"Apa yang mereka lakukan adalah membunuh anak-anak," katanya kepada Zain Asher dari CNN.

Karl Schembri, penasihat media regional NRC, mengatakan kepada CNN jika pihaknya telah menangani anak-anak "yang mengalami mimpi buruk yang mengerikan dan kejam, yang membuat mereka tidak dapat berfungsi."

"Kekerasan, tidak ada jalan keluar darinya. Ini tidak seperti pergi ke garis depan, yang dapat Anda hindari. Ini adalah garis depan yang datang ke kamar tidur Anda," terangnya.

Sementara itu, Israel terus melakukan lebih dari selusin serangan udara di Gaza setelah tengah malam, menargetkan apa yang dikatakannya sebagai unit penyimpanan senjata di Kota Gaza, rumah seorang pejabat Hamas, dan infrastruktur militer di rumah komandan lain dari kelompok itu. Petugas medis mengatakan empat orang terluka dalam satu serangan di kota Khan Younis di Gaza selatan.

Sirene roket berbunyi tepat setelah tengah malam di kota Beersheba di Israel selatan dan di daerah-daerah yang berbatasan dengan Gaza, tanpa ada laporan adanya korban atau kerusakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini