Guru TK yang Terjerat Pinjol Lapor ke Polresta Malang Kota

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 20 Mei 2021 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 519 2413230 guru-tk-yang-terjerat-pinjol-lapor-ke-polresta-malang-kota-zF5JERZYRQ.jpg Melati, Guru TK terjerat pinjaman online lapor ke Polresta Malang Kota (Foto: Avirista Midaada)

KOTA MALANG – Guru Taman Kanak-Kanak (TK) berinisial S mengadukan pinjaman online (pinjol) yang menerornya hingga mengancam nyawanya ke polisi. S atau Melati datang bersama kuasa hukumnya Slamet Yuono di Mapolresta Malang Kota, pada Kamis (20/5/2021).

Kuasa hukum S, Slamet Yuono menjelaskan, kedatangan pihaknya bersama kliennya untuk melaporkan para debt collector dari 19 pinjaman online yang meneror kliennya. Teror itu didapat dari setidaknya 84 nomor handphone ke S.

"Kami membuat aduan, karena seperti itu prosedurya. Ini terkait teror bahkan ancaman pembunuhan. Ada 84 nomor yang berbeda. Menurut kami, kepolisian dengan alatnya yang canggih, pasti bisa mengungkap. Terlepas itu legal ataupun ilegal," ucap Slamet Yuono kepada awak media.

Baca Juga: 7 Fakta Guru TK Diteror karena Pinjol, Sempat Ingin Bunuh Diri

Ia berharap, setelah ini segera ada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil penyelidikan (SP2HP). Sehingga bisa ditemukan unsur pidananya, dan bisa ditingkatkan ke penyidikan.

"Tentu ini menurut kami adalah unsur pidana. Selanjutnya segera ada disposisi siapa penyidiknya. Kemudian, ada SP2HP, dan bisa dinaikan ke penyidikan hingga ada tersangka," lanjut Slamet.

Dirinya menambahkan, bila ulah para debt collector ini bisa dijerat dengan UU ITE dan KUHP karena adanya ancaman, bahkan hingga diteror bakal dibunuh.

“Jadi laporan kami tadi khususnya terkait Undang-Undang ITE, terkait katakanlah pencemaran nama baik, kemudian akses data secara ilegal, ada pengancaman, bahkan menyangkut nyawa, dan teror-teror segala macam, itu ada di dalam Undang-Undang ITE dan ada di KUHP,” paparnya.

Baca Juga: Guru TK Diancam Debt Collector, Ketua DPD: Tutup Pinjol Ilegal!

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo membenarkan adanya pengadua dari guru TK yang terjerat pinjaman online dari 24 aplikasi tersebut. "Ini perlu kita dalami lagi. Karena itu, kita perlu klarifikasi untuk mencari datanya," kata Tinton.

Kasus ini berawal saat mantan guru TK tersebut membutuhkan uang. Ia membutuhkan uang untuk biaya kuliah. Kemudian meminjam lewat online. Bahkan, sampai dengan 24 aplikasi pinjaman online.

Bunga yang cukup besar, mengakibatkan pinjaman menumpuk. Karena tidak ada pilihan, iapun gali lobang tutup lobang, ke pinjol yang lain. Ironisnya, dirinya malah dipecat dari tempat kerja sebagai guru TK.

"Saya pinjam uang, memang untuk biaya kuliah. Saya juga ada pinjaman ke sekolah tempat saya bekerja sebelumya. Karena saat itu, sangat membutuhkan. Sudah saya kembalikan, tapi belum semuanya," terang mantan Guru TK ini, saat ditemui.

Jika ditotal, jumlah hutang plus bunga ke pinjol mencapai puluhan juta. Akibatnya, ditagih sana sini, bahkan mendapat teror dan ancaman.

Sebelumnya diberitakan, guru berinsial S diteror oleh debt collector pinjaman online, hingga nyaris bunuh diri. Tak hanya itu, dia kini juga harus kehilangan pekerjaan sebagai guru TK akibat teror 24 jam dari debt collector.

Dia terpaksa meminjam uang di pinjaman online untuk biaya kuliahnya. S harus menempuh pendidikan perkuliahan setelah tempat dia bekerja sebagai guru TK menyaratkan guru kelas minimal S-1, setelah dirinya mengabdi sebagai guru 13 tahun.

Saat memasuki semester 9, Melati kesulitan membayar biaya semester yang mencapai Rp2,5 juta karena dia hanya menerima Rp 400.000 sebulan. Biaya inilah yang disebut harus dibayarkan untuk syarat memperoleh syarat memperoleh gelar sarjana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini