Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menjelang Olimpiade, Sistem Kesehatan Jepang Kacau

Agregasi VOA , Jurnalis-Minggu, 23 Mei 2021 |16:32 WIB
Menjelang Olimpiade, Sistem Kesehatan Jepang Kacau
Foto: Reuters.
A
A
A

Seorang pasien yang menderita gagal jantung, misalnya, ditolak oleh rumah sakit darurat lanjutan, dan seorang anak dengan kondisi kritis gagal mendapatkan rumah sakit anak karena semuanya penuh, menurut seorang paramedis di Osaka yang hanya mengungkapkan nama depannya, Satoshi, karena ia tidak berwenang untuk bicara dengan media. Anak itu kemudian meninggal, katanya.

“Tugas kami adalah membawa mereka yang sekarat dan kondisinya memburuk ke rumah sakit,” ia menambahkan. “Di situasi seperti ini, kami bahkan tak mampu melakukan tugas kami.”

Saat aturan darurat lambat di tengah lonjakan kasus, dukungan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga merosot. Sementara Ia menegaskan bahwa Jepang aman untuk menggelar Olimpiade, jajak pendapat menunjukkan 60% hingga 80% warganya menentang pelaksanaan ajang olah raga itu.

Sejauh ini belum ada indikasi bahwa Olimpiade akan dibatalkan. Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang telah menyelesaikan sesi rencana terakhirnya Jumat (21/5/2021) ini dengan Panitia Olimpiade Tokyo, telah berulang kali menyatakan bahwa mereka akan jalan terus.

Namun anggota paling senior IOC, Richard Pound, dalam sebuah wawancara dengan JiJi Press Jepang mengatakan bahwa tenggat waktu akhir untuk membatalkan ajang ini adalah “sebelum akhir bulan Juni.” Pound mengulang apa yang disampaikan IOC bahwa jika Olimpiade tak bisa digelar musim panas ini maka perhelatan itu akan dibatalkan, bukan ditunda lagi.

Sejumlah lembaga kesehatan Jepang mengatakan, mereka tak mampu mengakomodasi kebutuhan medis Olimpiade di tengah tekanan akan meningkatnya perawatan terkait virus corona.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement