Semprot Ganjar, PDIP: Yen Kowe Pinter, Ojo Keminter

INews.id, · Minggu 23 Mei 2021 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 512 2414311 semprot-ganjar-pdip-yen-kowe-pinter-ojo-keminter-Kj5h21V9jY.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)

SEMARANG - Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Bambang Wuryanto mengakui sengaja tak mengundang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat pembukaan pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya, di Panti Marhaen Kota Semarang, Sabtu 22 Mei 2021.

Padahal, kata Bambang, semua kepala daerah di Jateng dari PDIP diundang, kecuali gubernur. Ia melakukaan hal tersebut terkait dengan ambis Ganjar yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2024.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (Kalau kamu pintar, jangan kepintaran)," kata Bambang Wuryanto usai kegiatan tersebut, Sabtu 22 Mei 2021 malam seperti dikutip dari iNews.id.

Baca Juga:  Ambisi Nyapres, PDIP Jateng "Semprot" Ganjar Pranowo

Manuver Ganjar yang terlalu berlebihan dianggap kurang baik. Selain belum ada instruksi dari Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri, juga bisa mengganggu keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum.

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, kader PDIP lainnya bisa saja melakukan hal yang sama seperti Ganjar. Namun, itu tidak dilakukan karena mereka menyadari belum mendapatkan perintah ketua umum.

"Wis tak kode sik (Sudah saya kode dulu). Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (Kok Semakin maju, ya tak agak keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,'' katanya.

Baca Juga:  DIY-Jateng Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Serentak, Ganjar : Untuk Bangkitkan Nasionalisme

Ia mengaku yang disampaikan ini bukan teguran, namun hanya karena Ganjar merasa yang bisa menegurnya hanya Ketua Umum. Padahal, kan tidak demikian.

"Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDIP Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini