Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, kader PDIP lainnya bisa saja melakukan hal yang sama seperti Ganjar. Namun, itu tidak dilakukan karena mereka menyadari belum mendapatkan perintah ketua umum.
"Wis tak kode sik (Sudah saya kode dulu). Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (Kok Semakin maju, ya tak agak keras). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,'' katanya.
Baca Juga: DIY-Jateng Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Serentak, Ganjar : Untuk Bangkitkan Nasionalisme
Ia mengaku yang disampaikan ini bukan teguran, namun hanya karena Ganjar merasa yang bisa menegurnya hanya Ketua Umum. Padahal, kan tidak demikian.
"Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDIP Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.