Konflik Timur Tengah Picu Perpecahan dan Ketegangan di Eropa

Agregasi VOA, · Selasa 25 Mei 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 18 2415047 konflik-timur-tengah-picu-perpecahan-dan-ketegangan-di-eropa-VfY1XRLJtq.jpg Konflik Israel-Palestina (Foto: AFP via VOA)

TIMUR TENGAH - Demonstrasi pro-Palestina berlanjut di seluruh Eropa akhir pekan lalu meskipun ada gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas. Demonstrasi tersebut merupakan salah satu akibat dari kekerasan di Timur Tengah yang telah memecah belah negara-negara anggota Uni Eropa dan menimbulkan ketakutan akan kerusuhan di dalam negeri.

Ribuan warga, Sabtu ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Paris dan kota-kota Prancis lainnya. Demonstrasi juga bergema di ibu kota Eropa lainnya sebagai solidaritas untuk perjuangan Palestina.

Di Place de la Republique, di ibu kota Prancis, pengunjuk rasa meneriakkan "Palestina akan menang", dan "Israel, pembunuh" yang menyuarakan kemarahan atas bentrokan baru-baru ini antara Israel dan Hamas, yang sebagian besar menewaskan warga Palestina.

Situasi di Gaza pasca perang sangat memprihatinkan, sedikitnya 300 gedung, termasuk 1.000 unit rumah, hancur.

Eric Conquerel, seorang anggota parlemen dari partai sayap kiri France Unbowed, yang ikut dalam demonstrasi di Paris, mengatakan ia malu pada pemerintahnya karena diduga bersikap lunak terhadap Israel. Pandangannya mencerminkan perpecahan politik yang lebih luas dengan banyak warga yang mendukung aliran kiri Prancis bersimpati kepada Palestina, sementara pendukung aliran kanan mendukung Israel.

(Baca juga: Menlu Iran: Pencabutan Sanksi AS Adalah 'Kewajiban Hukum dan Moral')

Prancis, satu-satunya anggota tetap Uni Eropa di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), minggu lalu bekerja sama dengan Mesir dan Yordania untuk membantu mendorong gencatan senjata yang pada Jumat (21/5) akhirnya tercapai antara Israel dan Hamas.

Namun secara keseluruhan, beberapa analis mengatakan, Uni Eropa tersisih dalam lonjakan terbaru kekerasan Timur Tengah ini, sebagian karena tanggapannya yang terpecah belah. Negara-negara seperti Jerman, Hongaria, dan Austria sangat mendukung Israel. Negara lain seperti Belgia, Luksemburg dan Swedia lebih kritis. Namun, beberapa analis mencatat kecenderungan jelas pro-Israel di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika diwawancarai media Prancis, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, pada Minggu (23/5), membantah dugaan kurangnya pengaruh Uni Eropa. Ia menyerukan kebijakan langkah-langkah kecil untuk mencegah serangan terbaru kekerasan Israel-Palestina kembali terjadi.

(Baca juga: Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual hingga Izinkan Pengkhotbah Wanita)

Dinamika internal juga membentuk respons Eropa yang terpecah. Negara-negara berpenduduk Muslim dan Yahudi yang besar takut ketegangan di Timur Tengah akan terjadi di dalam negeri.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini