Anak-Anak Palestina Terbunuh, Pilot Israel Ini Pilih "Memberontak"

Tim Okezone, Okezone · Selasa 25 Mei 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 18 2415152 anak-anak-palestina-terbunuh-pilot-israel-ini-pilih-memberontak-XsVfIBsY9k.jpg Mantan pilot AU Israel Yonatan Shapira. (Foto: AFP)

JAKARTA – Seorang pilot angkatan udara Israel memutuskan mundur dari militer karena penyesalan mendalam atas apa yang dia lakukan terhadap warga Palestina. Yonatan Shapira, mengakui bahwa perbuatan tentara Zionis terhadap warga Palestina selama konflik puluhan tahun adalah sebuah kejahatan perang.

Shapira mengundurkan diri dari militer Israel pada 2003 dengan pangkat terakhir kapten, saat intifada kedua mencapai puncaknya. Selama konflik yang menewaskan ribuan warga Palestina dan Israel dari 2000 hingga 2005 itulah, Shapira menyadari bahwa apa yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina adalah sebuah bentuk terorisme dan kekejaman.

BACA JUGA: Warga Palestina Turun ke Jalan Rayakan Gencatan Senjata

“Saya menyadari selama Intifada Kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara Israel dan militer Israel adalah kejahatan perang, yang meneror populasi jutaan orang Palestina,” katanya dalam wawancara dengan Anadolu.

Setelah matanya terbuka, Shapira memutuskan keluar dari angkatan udara, bahkan mengajak pilot-pilot lain yang juga memiliki pandangan yang sama untuk turut pergi.

“Ketika saya menyadarinya, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi tetapi untuk mengatur pilot lain yang secara terbuka akan menolak untuk mengambil bagian dalam kejahatan ini,” kata Shapira sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

BACA JUGA: Simpati untuk Palestina, Berikut Sejumlah Komentar Tokoh Kecam Kekejaman Israel

Shapira mengatakan bahwa sebelum pengalamannya selama intifada kedua tersebut, dia tidak tahu apa-apa tentang Palestina dan penderitaan warganya selama puluhan tahun di bawah pendudukan Zionis Israel.

"Sebagai seorang anak di Israel, Anda dibesarkan dalam pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," ujarnya, merujuk pada ‘bencana besar’ dimana ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah-rumah mereka oleh Israel.

Sejak meninggalkan tentara Israel, Shapira telah meluncurkan kampanye yang mendorong anggota militer lainnya untuk tidak mematuhi perintah untuk menyerang warga Palestina. Kampanye tersebut telah menyebabkan 27 pilot militer lainnya diberhentikan dari jabatan mereka di Angkatan Udara Israel sejak 2003.

Setidaknya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, tewas selama 11 hari pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina di Gaza. Kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata pekan ini, namun pelanggaran terhadap warga Palestina oleh polisi Israel dilaporkan masih terjadi di Yerusalem dan wilayah-wilayah pendudukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini