Share

AS Akan Buka Kembali Misi Diplomatiknya untuk Palestina di Yerusalem

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 18 2416113 as-akan-buka-kembali-misi-diplomatiknya-untuk-palestina-di-yerusalem-Op1cWpk2MO.jpg Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Rabu (26/5/2021) mengumumkan bahwa Washington akan membuka kembali konsulatnya di Yerusalem, untuk memulihkan hubungan dengan Palestina yang runtuh selama masa jabatan mantan Presiden Donald Trump.

Para pemimpin Palestina memutuskan untuk memboikot upaya perdamaian pemerintahan Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di sana dari Tel Aviv pada tahun 2018, yang meningkatkan kebijakan AS selama beberapa dekade.

BACA JUGA: Peta Konflik Israel-Palestina dan Peran Amerika Serikat yang Dianggap Dominan

Pemerintahan Trump kemudian menutup konsulat AS di Yerusalem pada 2019, dengan mengatakan itu tidak lagi diperlukan karena kedutaan AS yang baru telah mengambil alih fungsinya.

Blinken mengatakan pembukaan kembali konsulat di Yerusalem akan menjadi "cara penting bagi negara kita untuk terlibat dan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina". Namun, dia tidak menentukan tanggal pembukaan kembali.

"Kami baru memulai prosesnya," katanya sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Pengumuman itu muncul setelah pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki.

"Seperti yang saya katakan kepada presiden, saya di sini untuk menggarisbawahi komitmen Amerika Serikat untuk membangun kembali hubungan dengan Otoritas Palestina dan rakyat Palestina, hubungan yang dibangun di atas saling menghormati dan juga keyakinan bersama bahwa Palestina dan Israel. sama-sama berhak mendapatkan ukuran keamanan, kebebasan, kesempatan, dan martabat yang sama," kata Blinken.

BACA JUGA: Ribuan Warga AS Gelar Aksi Solidaritas terhadap Palestina

Dia kemudian mengumumkan bantuan puluhan juta untuk Palestina, termasuk USD5,5 juta (Rp71,5 miliar) dalam bantuan darurat untuk Gaza. "Bantuan ini mendesak. Kami harus menanggapi kebutuhan masyarakat yang sangat besar saat ini," kata Blinken.

Abbas berterima kasih kepada AS "atas komitmennya terhadap solusi dua negara dan mempertahankan status quo di Haram Al-Sharif (Masjid Al-Aqsa)."

Blinken berada di wilayah itu untuk membantu menopang gencatan senjata yang mulai berlaku pekan lalu, mengakhiri 11 hari pemboman udara Israel di Gaza yang menewaskan lebih dari 270 warga Palestina, termasuk 67 anak-anak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini