Israel Menolak, Hamas Sambut Baik Keputusan PBB Selidiki Konflik Israel-Palestina

Antara, · Jum'at 28 Mei 2021 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416673 israel-menolak-hamas-sambut-baik-keputusan-pbb-selidiki-konflik-israel-palestina-7cBSbn7He7.jpg Konflik Israel-Palestina (Foto: Antara/Reuters)

YERUSALEM - Israel menolak keputusan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (27/5) untuk melakukan penyelidikan internasional atas kejahatan yang mungkin telah dilakukan dalam konflik Israel-Palestina.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan negara itu tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan itu. Israel menganggap penyelidikan itu sebagai upaya untuk "menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Hamas".

Sementara itu, Hamas menyambut baik keputusan itu.

Seorang juru bicara kelompok militan Palestina menyebut tindakannya sebagai "perlawanan yang sah" dan mendesak "langkah segera untuk menghukum" Israel.

Seperti diketahui, Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB telah memilih untuk meluncurkan penyelidikan atas dugaan HAM yang dilakukan di Gaza, Tepi Barat dan Israel selama pertempuran antara militer Israel dan Hamas baru-baru ini.

(Baca juga: PBB Akan Selidiki Dugaan Pelanggaran dan Kekejaman Selama Konflik Hamas-Israel)

 Pada Kamis (27/5/2021), rancangan resolusi, yang diajukan oleh otoritas Palestina dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), didukung oleh 24 suara Dewan berbanding sembilan, dengan 14 abstain.

Langkah itu dilakukan setelah konflik 11 hari antara Israel dan Hamas awal bulan ini, di mana ratusan roket ditembakkan dari Gaza ke wilayah Zionis itu, sementara Militer Israel membombardir daerah kantong Palestina tersebut.

Pertempuran itu menewaskan setidaknya 254 orang di Gaza, termasuk 66 anak-anak, sementara 12 orang tewas di Israel, dua di antaranya adalah anak-anak.

(Baca juga: Jadi Sasaran Empuk Taliban, AS Akan Segera Evakuasi Penerjemah dari Afghanistan)

Badan PBB tersebut mengatakan penyelidikan akan mencakup "semua dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan semua dugaan pelanggaran dan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional" di wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, menjelang dan sejak 13 April tahun ini, demikian diwartakan RT.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini