Macron Mengaku Prancis Bertanggung Jawab terhadap Genosida di Rwanda, Tapi Tidak Meminta Maaf

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 28 Mei 2021 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416705 macron-mengaku-prancis-bertanggung-jawab-terhadap-genosida-di-rwanda-tapi-tidak-meminta-maaf-JybGQGzrng.JPG Genosida di Rwanda (Foto: CNN)

Pengakuan Macron didasarkan pada kesimpulan laporan Duclert, sebuah laporan independen yang ditugaskan oleh Kepresidenan Prancis, yang menetapkan "tanggung jawab besar" Prancis dalam genosida.

Presiden Rwanda Paul Kagame memuji pernyataan Macron. Dia menilai pernyataan Macron adalah sesuatu yang lebih berharga daripada permintaan maaf. Dia menilai itu adalah kebenaran.

Dia menjelaskan pidato ini merupakan "langkah besar" dalam hubungan kedua negara.

"Prancis dan Rwanda akan berhubungan jauh lebih baik, untuk kepentingan kedua rakyat kami, bahkan jika hubungan antara kedua negara tidak akan pernah sepenuhnya konvensional,” ujarnya.

Kunjungan di tugu peringatan Kigali Gisozi itu dimaksudkan untuk menandai langkah terakhir normalisasi antara Prancis dan Rwanda. Namun, bagi sebagian aktivis, langkah terpenting masih harus dilakukan.

Jeanine Munyeshuli, seorang peneliti Rwanda yang bekerja dengan asosiasi para penyintas, mengatakan kepada CNN jika "yang paling penting bukanlah apa yang dikatakan di peringatan, tetapi tindakan apa - yudisial, legislatif - yang akan diambil.

“Saya ingin itu menjadi tidak mungkin untuk pejabat untuk meminimalkan keterlibatan Prancis dalam genosida,” jelasnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini