Gencatan Senjata, Warga Palestina Masih Saja Tewas Ditembak Tentara Israel

Widi Agustian, Okezone · Minggu 30 Mei 2021 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 18 2417414 gencatan-senjata-warga-palestina-masih-saja-tewas-ditembak-tentara-israel-yRByYfaxuV.jpg (Foto: Reuters)

YERUSALEM - Gencatan senjata telah disepakati oleh Israel dan Palestina pada Jumat 21 Mei 2021. Hal ini terjadi setelah terjadi konflik bersenjata selama 11 hari.

Walau begitu, ternyata masih terjadi peristiwa tentara Israel menembak dan membunuh warga Palestina. Aksi pembunuhan ini terjadi dalam protes di Tepi Barat pada Jumat 28 Mei 2021. Demikian disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina dilansir dari AlJazeera.

Seorang warga Palestina, Zakaria Hamayel (28) terkena peluru di dadanya. Lokasi tertembaknya adalah di Desa Beita, selatan Nablus. Dia tertembak dalam demonstrasi menentang perluasan pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

Baca juga: Ini Langkah Pemerintah Indonesia Dukung Pembangunan Palestina Usai Diserang Israel

Baca juga: 4 Fakta Juru Parkir Temukan Duit Segepok Lalu Disumbangkan ke Palestina

Dalam kekacauan yang terjadi dalam aksi demo tersebut, segerombol orang dengan wajah tertutup melemparkan batu ke arah tentara dan membakar ban. Lalu, tentara Israel melepaskan tembakan, menewaskan satu orang. Tentara Israel tidak menanggapi konfirmasi yang diajukan AFP.

Pada Selasa 25 Mei 2021, pasukan Israel juga membunuh seorang pria Palestina dalam serangan di kamp pengungsi Al-Amari dekat Ramallah di Tepi Barat.

Pasukan Israel melakukan penangkapan di Tepi Barat menyusul konfrontasi yang meletus selama 11 hari antara Israel dan kelompok Hamas, Palestina di Gaza. Konflik bersenjata ini dimulai pada 10 Mei dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir pada pekan lalu. 

Pertempuran itu pecah setelah berminggu-minggu terjadinya ketegangan atas langkah Israel yang secara paksa mengusir warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur untuk memberi jalan bagi para pemukim Israel untuk menempatinya.

Protes Palestina atas pengusiran itu memicu tindakan keras Israel dan penggerebekan di Masjid Al-Aqsa, yang dianggap sebagai situs tersuci ketiga dalam Islam.

Setidaknya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, tewas selama 11 hari pertempuran, sementara hampir 2.000 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sekitar 450 bangunan di seluruh Jalur Gaza hancur atau rusak parah dalam serangan udara Israel, termasuk blok apartemen, kantor media, enam rumah sakit, sembilan klinik kesehatan dan situs pengujian dan vaksinasi Covid-19 utama di wilayah itu, menurut badan kemanusiaan PBB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini