Korea Utara Klaim Anak-anak Yatim Piatu Bekerja Secara Sukarela di Tambang dan Ladang

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 31 Mei 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 18 2417890 korea-utara-klaim-anak-anak-yatim-piatu-bekerja-secara-sukarela-di-tambang-dan-ladang-Sq4cg5nXG8.jpg Anak-anak yatim piatu diklaim bekerja secara sukarela (Foto: Minju Chosun)

YANGON - Media pemerintah Korea Utara (Korut) mengklaim sejumlah anak yatim piatu bekerja secara sukarela di berbagai tambang dan ladang yang dikelola pemerintah.

Kantor berita Korut (KCNA) menyebut ratusan anak "dengan kebijaksanaan dan keberanian di masa muda terbaik mereka" telah memilih melakoni pekerjaan fisik bagi negara.

Usia mereka tidak dijabarkan secara spesifik, namun beberapa foto sepertinya memperlihatkan anak-anak belasan tahun.

Berbagai kelompok hak asasi manusia (Hak Asasi Manusia) sudah sejak lama menuding Korut memanfaatkan anak-anak sebagai tenaga kerja paksa, namun Korut membantahnya.

Pada Februari lalu, BBC melaporkan mengenai tudingan bahwa beberapa generasi tahanan perang Korea Selatan telah digunakan sebagai budak di sektor pertambangan batu bara guna menghasilkan uang bagi rezim Korut sekaligus mendanai program senjatanya.

Pada April lalu, Kim Jong-un memperingatkan rakyatnya untuk bersiap menghadapi masa sulit—sesuatu yang jarang dilakukan seorang pemimpin Korut.

(Baca juga: Pramugari Diserang, Maskapai Penerbangan Tangguhkan Minuman Keras)

Korut sebelumnya telah menutup perbatasan pada 2020 akibat pandemi virus corona, sehingga praktis memutus perdagangan dengan China yang selama ini diandalkan dalam keberlangsungan ekonomi.

Media pemerintah melaporkan apa yang mereka sebut sebagai para relawan telah dikerahkan sebagai tenaga kerja di seantero negeri.

Pada Sabtu (29/05), KCNA melaporkan sebanyak 700 anak yatim piatu telah sukarela bekerja di pabrik, tambang, dan ladang.

Sebelumnya, pada Kamis (27/05), KCNA melaporkan "puluhan anak yatim piatu bergegas ke kompleks tambang batu bara Chonnae untuk memenuhi ikrar mereka dalam membayar sepersekian juta cinta yang telah ditunjukkan partai".

(Baca juga: Sistem Pertahanan Udara Bermasalah, Militer AS Gagal Cegat Target Uji Coba Rudal Balistik)

Laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) mengenai HAM pada 2020 menuding Korut mempraktikkan "tenaga kerja anak dalam wujud terburuk".

Menurut laporan itu, para pejabat Korut sering mengirim anak-anak sekolah untuk bekerja "membantu menyelesaikan proyek-proyek khusus, seperti menyingkirkan salju di jalan-jalan utama atau mencapai target produksi".

Laporan itu juga menyebut anak-anak berusia 16 atau 17 tahun "didaftarkan dalam brigade konstruksi kaum muda bercorak militer selama 10 tahun" dan menderita akibat "cedera fisik serta psikologis, kekurangan gizi, keletihan, dan perlambatan pertumbuhan lantaran bekerja paksa".

Korut berulang kali membantah tuduhan-tuduhan ini. Awal bulan ini, Korut menuding Presiden AS, Joe Biden, menjalankan "kebijakan bermusuhan" terhadap mereka selagi Biden bersiap merilis kebijakan baru dalam berurusan dengan Pyongyang dan program nuklirnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini