Laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) mengenai HAM pada 2020 menuding Korut mempraktikkan "tenaga kerja anak dalam wujud terburuk".
Menurut laporan itu, para pejabat Korut sering mengirim anak-anak sekolah untuk bekerja "membantu menyelesaikan proyek-proyek khusus, seperti menyingkirkan salju di jalan-jalan utama atau mencapai target produksi".
Laporan itu juga menyebut anak-anak berusia 16 atau 17 tahun "didaftarkan dalam brigade konstruksi kaum muda bercorak militer selama 10 tahun" dan menderita akibat "cedera fisik serta psikologis, kekurangan gizi, keletihan, dan perlambatan pertumbuhan lantaran bekerja paksa".
Korut berulang kali membantah tuduhan-tuduhan ini. Awal bulan ini, Korut menuding Presiden AS, Joe Biden, menjalankan "kebijakan bermusuhan" terhadap mereka selagi Biden bersiap merilis kebijakan baru dalam berurusan dengan Pyongyang dan program nuklirnya.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.