China Laporkan Kasus Pertama Flu Burung H10N3 Pada Manusia

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 02 Juni 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 18 2418789 china-laporkan-kasus-pertama-flu-burung-h10n3-pada-manusia-GVgfNSAx64.jpg Pekerja memvaksinasi anak ayam dengan vaksin flu burung H9 di peternakan di Kebupaten Changfeng, Provinsi Anhui, China, 14 April 2013. (Foto: Reuters)

BEIJING - Seorang pria berusia 41 tahun di Provinsi Jiangsu, China timur telah dikonfirmasi sebagai kasus manusia pertama yang terinfeksi dengan jenis flu burung langka yang dikenal sebagai H10N3, demikian disampaikan Komisi Kesehatan Nasional Beijing (NHC) pada Selasa (1/6/2021).

Banyak jenis flu burung yang berbeda hadir di China dan beberapa menginfeksi orang secara sporadis, biasanya mereka yang bekerja dengan unggas. Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa H10N3 dapat menyebar dengan mudah pada manusia.

BACA JUGA: Positif Flu Burung, Puluhan Ayam Senilai Miliaran Rupiah Dimusnahkan di Banda Aceh

Menurut keterangan NHC, pria yang merupakan penduduk Kota Zhenjiang itu dirawat di rumah sakit pada 28 April dan didiagnosis dengan H10N3 pada 28 Mei. Komisi itu tidak memberikan rincian tentang bagaimana pria itu terinfeksi.

“Kondisinya sekarang stabil dan dia siap untuk dipulangkan. Investigasi terhadap kontak dekatnya tidak menemukan kasus lain,” kata NHC sebagaimana dilansir Reuters. Tidak ada kasus lain infeksi H10N3 pada manusia yang dilaporkan secara global, tambahnya.

H10N3 adalah patogen rendah, yang berarti menyebabkan penyakit yang relatif lebih ringan pada unggas dan tidak mungkin menyebabkan wabah skala besar, NHC menambahkan.

BACA JUGA: Wabah Masa Lalu Beri Pelajaran Pemerintah untuk Hadapi Pandemi Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kepada Reuters bahwa: "Sumber paparan pasien terhadap virus H10N3 tidak diketahui saat ini, dan tidak ada kasus lain yang ditemukan dalam pengawasan darurat di antara penduduk setempat. Saat ini, tidak ada indikasi penularan dari manusia ke manusia.

"Selama virus flu burung beredar di unggas, infeksi sporadis flu burung pada manusia tidak mengejutkan, yang merupakan pengingat nyata bahwa ancaman pandemi influenza terus berlanjut," tambah WHO.

Tidak ada jumlah yang signifikan dari infeksi flu burung pada manusia sejak strain H7N9 membunuh sekira 300 orang selama 2016-2017.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini