Pada Rabu (2/6), Twitter menghapus cuitan Presiden Buhari karena melanggar kebijakan mereka tentang konten kekerasan.
(Baca juga: Lawan Kudeta Militer, Penyair Myanmar Dibunuh)
Sang Presiden mencuit ancaman menghukum kelompok yang dituduh menyerang bangunan pemerintah.
Setelah cuitan tersebut diturunkan Twitter, sesuai dengan kebijakan platform tersebut, akun Presiden Buhari ditangguhkan selama 12 jam.
Menteri Informasi Lai Mohammed pada April lalu marah karena Twitter memilih Ghana, negara tetangga mereka, untuk kantor pertama Twitter di Afrika.