Palestina Harapkan Peran AS untuk Mewujudkan Perdamaian dan Solusi Dua Negara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 18 2422240 palestina-harapkan-peran-as-untuk-mewujudkan-perdamaian-dan-solusi-dua-negara-N144wSQiMS.jpeg Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Amerika Serikat diharapkan untuk terus berperan dalam mendorong upaya perdamaian antara Palestina dan Israel di Timur Tengah, hal itu disampaikan Dubes Palestina Zuhair Al-Shun.

"Para pemimpin Palestina hingga saat ini menyambut tindakan AS dan diplomasi yang mereka jalankan," kata Dubes Palestina Zuhair Al-Shun dalam wawancara khusus dengan MNC Portal Indonesia.

BACA JUGA: Peta Konflik Israel-Palestina dan Peran Amerika Serikat yang Dianggap Dominan

Dubes Zubair menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken ke Ramallah dan pertemuannya dengan Presiden Mahmoud Abbas.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menegaskan komitmennya kepada Solusi Dua Negara sebagai penyelesaian konflik Palestina dan Israel.

Sejak menjabat pada Januari 2021, Biden juga telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan antara Amerika Serikat dengan Palestina, termasuk membuka kembali konsulat di Yerusalem, membalikkan tindakan pendahulunya, Donald Trump.

"Kami berharap Amerika Serikat akan terus melanjutkan peran mereka untuk mewujudkan perdamaian yang nyata. Perdamaian yang nyata dengan dua negara berdaulat yang menjamin hak-hak nasional palestina untuk membangun negara mereka sendiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," ujarnya.

BACA JUGA: Zuhair Al-Shun: Palestina Tidak Pernah Memusuhi Yahudi

Dalam wawancara khusus ini, Dubes Zuhair berbicara mengenai berbagai isu terkait Palestina pasca gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang mengakhiri konflik 11 hari baru-baru ini.

Amerika Serikat telah terlibat dalam upaya perdamaian antara Palestina dan Israel di Timur Tengah sejak usainya konflik bersenjata di kawasan tersebut pada 1970-an. Sejak itu berbagai upaya dan putaran dialog telah digelar guna mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak, namun sampai saat ini belum ada titik terang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini