Australia di Bawah Tekanan untuk Bebaskan Keluarga Pengungsi yang Ditahan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 09 Juni 2021 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 18 2422317 australia-di-bawah-tekanan-untuk-bebaskan-keluarga-pengungsi-yang-ditahan-CVdkm7L6mm.jpg Anak pengungsi dan pencari suaka di Australia yang dievakuasi secara medis (Foto: Twitter)

AUSTRALIA - Australia berada di bawah tekanan untuk membebaskan sebuah keluarga dari penahanan di Pulau Christmas setelah salah satu anak dievakuasi secara medis ke Perth.

Teman-temannya mengatakan Tharnicaa Murugappan, 3, menderita sepsis dan pneumonia.

Orang tuanya, pengungsi Tamil dari Sri Lanka, tiba dengan perahu di Australia hampir satu dekade lalu untuk mencari suaka.

Pasangan itu dan anak-anak mereka dipindahkan ke pos Australia pada 2019 setelah perintah pengadilan memutuskan mereka tidak dapat dipindahkan dari negara itu.

Kota Biloela, tempat keluarga itu tinggal, telah berjuang agar mereka tetap tinggal, memulai pertempuran hukum yang telah menyeret melalui pengadilan tinggi negara itu.

Pada Senin (7/6), Tharnicaa dan ibunya Priya dievakuasi secara medis ke Perth setelah anak berusia tiga tahun itu semakin tidak sehat.

Pengacara keluarga Carina Ford kepada ABC News mengatakan dia telah sakit selama sekitar 10 hari. Kondisinya tidak membaik dan dia awalnya dibawa ke rumah sakit di Pulau Christmas.

(Baca juga: Israel: Gedung Media yang Dihancurkan Digunakan Hamas untuk Menjebak Rudal Iron Dome)

"Namun, sebagai hasilnya, dianggap lebih aman baginya untuk dipindahkan ke Perth," terangnya.

Evakuasi Tharnicaa telah memicu kemarahan di Australia dari mereka yang menyerukan agar keluarga tersebut dipulangkan.

"Keluarga ini seharusnya tidak ditahan - mereka seharusnya berada di komunitas mereka di Biloela,” ungkap juru bicara oposisi dalam negeri Kristina Keneally.

Penahanan keluarga ini juga telah dikritik di Pulau Christmas.

(Baca juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar saat Kunjungan Resmi)

"Saya tidak berpikir Anda akan menemukan siapa pun di Pulau Christmas yang berpikir anak-anak kecil harus ditahan," kata Gordon Thomson, Presiden Shire pulau itu.

"Dan apa yang saya dengar dari mereka yang mungkin tidak begitu bersimpati kepada pengungsi secara umum, apakah ini salah dan sudah cukup,” lanjutnya.

Pada Selasa (8/6), Menteri Dalam Negeri Karen Andrews mengatakan dalam konferensi pers jika pemerintah sedang "melalui proses penyelidikan berbagai pilihan pemukiman kembali" untuk keluarga.

Tetapi Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan kepada Nine Radio bahwa dua opsi yang sedang dipertimbangkan adalah Amerika Serikat (AS) atau Selandia Baru.

Australia memiliki undang-undang imigrasi yang ketat yang memungkinkannya untuk mengunci apa yang disebutnya sebagai "bukan warga negara yang melanggar hukum" seperti Murugappans dalam penahanan tanpa batas waktu.

Ribuan pencari suaka telah ditahan di fasilitas di luar daratan sejak 2013, ketika pemerintah memperkenalkan "pemrosesan lepas pantai" bagi mereka yang datang dengan perahu. Mereka menunggu di sana sementara klaim pengungsi mereka dinilai, sebuah proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini