Dokter Ini Tawarkan Obat Covid-19 Palsu, Demi Terkenal di Medsos

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 09 Juni 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 18 2422339 dokter-ini-tawarkan-obat-covid-19-palsu-demi-terkenal-di-medsos-24rodNUtGZ.jpg Dokter Albert Dickson (Foto: Assembleian Legislativa/DO RN/Divulgacao)

BRASIL - Seorang dokter dan perwakilan negara bagian Brasil berani menawarkan obat-obatan yang belum terbukti aman atau efektif melawan Covid-19 hanya demi terkenal di media sosial (medsos).

Brasil diketahii sangat terpukul oleh Covid-19, dan banyak orang mencari bantuan. Dr Albert Dickson, seorang dokter mata di wilayah timur laut Brasil, menawarkan calon pasien "konsultasi medis gratis" serta meresepkan "tindakan profilaksis" terhadap virus.

"Bagaimana Anda akan berhak atas konsultasi? Anda akan berlangganan saluran kami ... Anda akan membuat tangkapan layar dan mengirimkannya ke WhatsApp saya. Ketika Anda mengirimnya, Anda akan mulai memiliki akses," katanya dalam sebuah video yang dipublikasikan di Facebook pada Maret lalu.

"Rahasianya adalah mengirim tangkapan layar,” lanjutnya.

Selain menjadi dokter mata, Dr Dickson adalah perwakilan negara bagian Brasil dari partai Pro minor, yang mendukung Presiden Jair Bolsonaro.

Dalam konsultasinya, dia meresepkan obat-obatan seperti ivermectin. Itu adalah pengobatan untuk kutu dan kudis yang dia katakan bisa mencegah Covid-19. Namun menurut beberapa otoritas kesehatan terkemuka, tidak ada bukti untuk mendukung klaim tersebut.

(Baca juga: Australia di Bawah Tekanan untuk Bebaskan Keluarga Pengungsi yang Ditahan)

BBC News Brasil mewawancarai sejumlah pasien yang menghubungi Dr Dickson di WhatsApp, dan masing-masing mengonfirmasi bahwa mereka menerima respons stok yang mengulangi proses dan mendorong mereka untuk mengikutinya di Instagram.

Pihak BBC news Brasil juga menghubungi Dr Dickson melalui email. Dia mengatakan dia "menyarankan" mendaftar untuk saluran Instagram dan YouTube-nya karena dia menempatkan "penelitian terkini di sana dan menjelaskan penyakit secara rinci dan pengalaman kami dengannya, selain menjawab pertanyaan secara langsung".

"Tidak wajib berlangganan saluran untuk mendapatkan konsultasi," katanya.

"Kami hanya menyarankan saja. Banyak yang tidak patuh dan kami terus merespons. Konsultasi virtual itu gratis, saya tidak pernah mengenakan biaya,” terangnya.

(Baca juga: Israel: Gedung Media yang Dihancurkan Digunakan Hamas untuk Menjebak Rudal Iron Dome)

Dr Dickson juga mengatakan dia "di atas segalanya seorang dokter" dan mengatakan bahwa Dewan Kedokteran Federal di Brasil, yang mengatur dokter, memberinya hak untuk ‘mengobati melawan Covid-19’.

Saluran YouTube-nya memiliki lebih dari 200.000 pelanggan. Dia memiliki sekitar 140.000 pengikut di dua profil Instagram, dan 50.000 di pengikut Facebook.

YouTube baru-baru ini mengatakan kepada BBC Brasil, di bawah aturan baru, pihaknya telah menghapus 12 video dokter karena menyebarkan disinformasi medis. Seperti menyatakan ada jaminan kesembuhan untuk Covid-19 dan merekomendasikan penggunaan ivermectin atau obat lain, hydroxychloroquine.

Saluran itu sendiri tidak dihapus, karena video telah diterbitkan sebelum 12 April, ketika aturan baru mulai berlaku.

Seorang juru bicara Facebook, yang memiliki Instagram, mengatakan "menghapus klaim palsu yang terbukti tentang penyakit itu". Namun, klaim dokter bahwa ivermectin dapat mencegah Covid-19 masih beredar di Facebook pada saat artikel ini diterbitkan.

  • 'Pengobatan dini'

Dr Dickson bukan satu-satunya dokter Brasil yang menganjurkan obat-obatan yang belum terbukti mengobati Covid-19 atau bahkan terbukti tidak efektif melawan virus.

Ada yang menyebutnya "pengobatan dini", dan obat yang mereka resepkan antara lain hydroxychloroquine, yang dalam beberapa penelitian terbukti tidak efektif melawan Covid-19.

Presiden Bolsonaro telah beberapa kali memuji hydroxychloroquine, ivermectin dan "perawatan dini" di depan umum.

Brasil mencatat lebih dari 439.000 orang telah meninggal akibat Covid-19.

Dr Dickson mengatakan melalui email jika dia telah menjadi "pendukung 'pengobatan dini' sejak awal pandemi" dan mengatakan dia akan terus menyarankannya.

Layanannya tampaknya sangat populer. Dalam salah satu videonya, dokter mengatakan bahwa dia membantu 500 orang setiap hari "dari Minggu hingga Minggu, dari pukul 07.00 hingga 03.00 setiap hari".

Pada pertemuan di Kongres Brasil pada Juli tahun lalu, Dickson mengatakan dia telah merawat "31.000 pasien dari seluruh dunia" dan telah menindaklanjuti melalui email dengan lebih dari 6.000 lainnya. Dua orang diantaranya meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini