10 Pembersih Ranjau Tewas, 16 Terluka, Taliban Bantah Terlibat Serangan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 10 Juni 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 18 2423126 10-pembersih-ranjau-tewas-16-terluka-taliban-bantah-terlibat-serangan-uuXsWoJ0Oh.jpg Para pekerja pembersih ranjau diserang, Taliban bantah terlibat (Foto: CNN)

KABUL - Setidaknya 10 orang yang bekerja membersihkan ranjau di Afghanistan utara tewas diserang orang-orang bersenjata pada Selasa (8/6).

Menurut organisasi ranjau internasional Halo Trust, pihaknya tidak menyalahkan serangan itu, namun hanya mengatakan jika kelompok bersenjata tak dikenal melakukannya di kamp mereka. Para pejabat Afghanistan menyalahkan gerilyawan Taliban.

Halo Trust, organisasi ranjau ranjau terbesar di Afghanistan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 16 orang terluka ketika orang-orang bersenjata tak dikenal menyerang kamp tersebut. Ada 110 pekerja di kamp pada saat serangan itu.

"Taliban membawa mereka ke satu ruangan dan menembaki mereka," kata juru bicara polisi provinsi Jawed Basharat.

Seorang pejabat di daerah itu mengatakan sebagian besar pekerja yang selamat melarikan diri ke desa-desa terdekat setelah serangan itu dan polisi bekerja untuk membantu mereka.

Gerilyawan Taliban, yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Afghanistan yang didukung asing, membantah terlibat dalam serangan terhadap kamp di provinsi utara Baghlan, tempat pertempuran sengit terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

(Baca juga: India: Lebih Banyak Pria yang Divaksin Covid-19 Ketimbang Wanita)

Seorang juru bicara Taliban membantah terlibat dalam serangan itu. Namun seorang pejabat senior pemerintah di ibu kota Kabul menepis hal itu dan mengatakan jiak serangan itu merupakan eksekusi oleh Taliban.

Pejabat pemerintah mengatakan Taliban sering menyerang pekerja ranjau ranjau karena pekerjaan mereka sering membantu menjinakkan bom pinggir jalan yang ditanam pemberontak.

Terkait hal ini, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric menyerukan penyelidikan penuh untuk "memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas serangan mengerikan ini dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan".

(Baca juga: Viral! Pria ini Menikah di Depan 28 Istri dan 135 Anak)

"PBB berkomitmen untuk tinggal dan melahirkan di Afghanistan. Para pekerja bantuan, khususnya wanita, menghadapi peningkatan serangan dan pelecehan saat mereka melakukan pekerjaan mereka," terangnya.

"Pihak-pihak dalam konflik di Afghanistan sangat didesak untuk melindungi warga sipil, pekerja bantuan, dan infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, sesuai dengan hukum humaniter internasional," lanjutnya.

Seperti diketahui, setelah konflik selama beberapa dekade, Afghanistan dipenuhi dengan ranjau dan persenjataan yang tidak meledak dan badan-badan telah bekerja untuk membersihkannya pada tahun-tahun sejak Taliban digulingkan pada tahun 2001.

Kekerasan telah meningkat di Afghanistan sejak Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana pada April untuk menarik semua pasukannya pada 11 September mendatang.

Taliban memerangi pasukan pemerintah di 26 dari 34 provinsi, dan pemberontak baru-baru ini merebut lebih dari 10 distrik.

Dalam insiden lain, kementerian pertahanan mengatakan sebuah helikopter tentara Afghanistan jatuh di provinsi Wardak, di sebelah barat Kabul, pada Rabu (9/6), menewaskan tiga anggota awak di dalamnya.

Taliban mengatakan para pejuangnya telah menembak jatuh helikopter itu tetapi kementerian itu mengatakan helikopter itu berusaha melakukan pendaratan darurat setelah mengalami masalah teknis ketika jatuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini