Perpanjang PPKM Mikro, Pemkab Bogor Tambah Kekuatan di 416 Desa dan 19 Kelurahan

Agustina Wulandari , Okezone · Rabu 16 Juni 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 1 2426170 perpanjang-ppkm-mikro-pemkab-bogor-tambah-kekuatan-di-416-desa-dan-19-kelurahan-0NzhpG7jFw.jpg PPKM Mikro. (Foto: Dok.Sindonews)

BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menambah kekuatan untuk mengawal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di seluruh desa dan kelurahan. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah Lebaran.

"Sengaja kami mengumpulkan kekuatan lewat apel bersama, ini demi menambah kekuatan untuk lebih cepat lagi merespon apabila terjadi peningkatan kasus yang signifikan, sehingga laporannya lebih cepat. Nantinya petugas Satpol PP akan disebar ke 416 desa dan 19 kelurahan," ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Menurutnya, PPKM Mikro di Kabupaten Bogor kembali diperpanjang hari ini. Petugas Satpol PP akan membantu Satgas Covid-19 tingkat RT/RW untuk sosialisasi juga melaksanakan pengawasan.

Oleh karena itu, apabila ada kejadian tertentu langsung cepat bisa terlaporkan. Mereka pun akan berkoordinasi dengan Polsek setempat, Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk kepala desa dan pihak terkait lainnya.

"Usai Lebaran, kasus Covid di Kabupaten Bogor cenderung mengalami peningkatan. Tadinya kita sempat melandai di angka sekitar 50-an per harinya, tapi sekarang sudah mulai naik lagi ke angka 90-an," tuturnya.

Ade melanjutkan, tingkat okupansi hunian di rumah sakit juga mulai naik. Sebelum Lebaran 2021, angka berada di bawah 20 persen, tapi saat ini telah hampir 50 persen.

Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Koordinator RSDC Wisma Atlet Lakukan Langkah Penanganan

"Jadi ini yang harus kita waspadai dan sama-sama berkoordinasi hingga tingkat yang paling bawah," ujarnya.

Terlebih, kata Ade, tingkat kepatuhan terkait protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor cenderung mengalami penurunan. Oleh karena itu, kewaspadaan lonjakan kasus Covid-19 harus tingkatkan.

Soal tingkat kepatuhan, hal itu mungkin karena pandemi ini sudah berjalan dua tahun. Menurut Ade, masyarakat yang mulai bosan dan jenuh dengan situasi seperti saat ini, menjadi abai terhadap protokol kesehatan.

"Namun, sebetulnya jika kita abai, yang rugi diri kita sendiri, jadi saya tetap ingatkan terus masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker, tapi masyarakat yang sadar akan bahaya Covid-19 dan patuh protokol kesehatan juga banyak," tuturnya.

Nantinya, kinerja para petugas di lapangan akan selalu dipantau. Apabila penanganan berjalan baik, maka Pemkab Bogor tak segan untuk memberikan penghargaan.

"Mana yang pelaporannya lebih cepat, update pelaporannya baik, penanganannya baik, supaya ada semangat dari petugas, bahwa mereka dihargai kerja kerasnya oleh pemerintah," ucap Ade. (CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini