28 Pesawat Militer China Satroni Zona Pertahanan Udara Taiwan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 16 Juni 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 18 2425924 28-pesawat-militer-china-satroni-zona-pertahanan-udara-taiwan-Xkx6Fw8lAh.jpg Jet tempur J-10 China. (Foto: Reuters)

TAIPEI - Pemerintah Taiwan melaporkan bahwa 28 pesawat China, termasuk jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir telah memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) dalam 'serangan' terbesar hingga saat ini.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan melaporkan dugaan pelanggaran ADIZ oleh Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Disebutkan 14 jet tempur J-16 dan 6 unit J-11, serta pesawat anti-kapal selam dan pesawat pengebom berkemampuan nuklir memasuki wilayah udara Taiwan.

BACA JUGA: Menlu Taiwan: China Tampaknya Sedang Menyiapkan 'Serangan'

Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian integral dari negaranya, telah melaporkan peningkatan fly-over pesawat militer China dalam beberapa bulan terakhir. Pada April, 25 pesawat PLA memasuki ADIZ Taiwan, beberapa hari setelah 10 jet memasuki wilayah pertahanan pulau itu.

Beijing belum mengakui aktivitas yang dilaporkan, tetapi itu terjadi beberapa hari setelah kelompok pemimpin G7 merilis pernyataan bersama “menyeru China untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental”. Pernyataan G7 itu dipandang secara langsung merujuk pada perilaku China di sekitar Laut China Selatan dan Taiwan.

BACA JUGA: 15 Pesawat Militer China Lintasi Wilayah Pertahanan Taiwan

China menanggapi pernyataan G7 itu dengan ketidakpuasan yang kuat, menyebut kritik itu sebagai “pelanggaran serius terhadap norma-norma dasar hubungan internasional”. Beijing mengatakan akan dengan tegas membela kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunannya.

Sebelumnya pada Juni, China dan Amerika Serikat (AS) bentrok karena kunjungan ke Taipei oleh tiga senator Amerika dengan pesawat angkut militer. Dua anggota Partai Demokrat dan seorang dari Partai Republik AS bertemu dengan pejabat Taiwan selama perjalanan tiga jam ke pulau itu, dalam apa yang digambarkan Kementerian Pertahanan China sebagai “pertunjukan politik” dan “provokasi”.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini