Pura-Pura Jadi Wanita di Medsos, Pemuda Ini Berhasil Tipu Tukang Ojek

Subhan Sabu, Okezone · Senin 21 Juni 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 340 2428116 pura-pura-jadi-wanita-di-medsos-pemuda-ini-berhasil-tipu-tukang-ojek-dLIaa5vATL.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TOMOHON - Seorang pemuda pengangguran asal Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara berinisial SSP alias Sendy (24), ditangkap Tim Buser Polres Tomohon, karena telah melakukan pencurian dengan kekerasan (curas), Jumat 18 Juni 2021.

Pelaku melakukan curas terhadap korban AR alias Arter (30), warga Kelurahan Tateli Weru, Kecamatan Mandolang yang berprofesi sebagai tukang ojek dengan cara menyamar sebagai wanita.

Baca juga: Demi Sabu, Pasutri Curi Handphone Tukang Seblak

Awalnya menurut penuturan korban, dia berkenalan di sosial media facebook dengan seorang perempuan bernama Marsheilla Lina. Sekira seminggu berteman dan sering chattingan, Marsheila kemudian mengajak korban ketemuan.

"Kami berdua kemudian sepakat untuk bertemu di tempat kost pelaku, yang ada di kompleks lapangan Kampus UKIT Tomohon, pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 jam 16.00 WITA," kata AR, Minggu (20/6/2021).

Baca juga:  Rampas Motor dan HP, 2 Komplotan Geng Motor di Taman Sari Ditangkap Polisi

Saat tiba di lokasi yang disepakati, bukannya Marsheilla, yang datang malah pelaku Sendy. Pelaku kemudian menghampiri korban dan langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau yang langsung diarahkan ke arah dada korban.

"Kamu pilih apakah handpone atau motor yang akan kamu serahkan," kata korban menirukan ucapan pelaku.

Di antara takut dan bingung, korban kemudian bertanya ada apa dan dijelaskan oleh pelaku kalau dialah pemilik akun FB atas nama Marsheilla Lina yang telah membuat janji dengan Korban untuk bertemu, melalui chattingan di FB, yang selama ini melakukan chatting dengan korban.

"Saya kemudian menyerahkan handphone kepada pelaku, setelah itu pelaku meninggalkan saya di tempat kejadian," ujar korban.

Keesokan harinya, Sabtu (19/6/2021), korban membuka akun FB miliknya, dan kembali melakukan Chatting dengan Marsheilla Lina, akun FB palsu milik pelaku.

Dalam chattingan tersebut, pelaku sepakat akan mengembalikan handphone korban dan harus memberikan uang tebusan kepada pelaku. Karena ada data penting dalam handphone miliknya, korban menyetujui untuk bertemu dengan pelaku, serta memberikan uang ganti rugi. Keduanya sepakat bertemu di salah satu rumah makan yang ada di Kelurahan Kakaskasen, Kota Tomohon.

"Saya sebelum bertemu dengan pelaku, melaporkan hal ini ke Polsek Tomohon Utara, karena takut jangan sampai hal yang saya alami sebelumnya terjadi pada saya," ujar Korban.

Berdasarkan laporan dari korban, perwira pengawas Kanit Reskrim Ipda Simon Wendersteyt langsung melaporkan kejadian ini ke Kapolsek Tomohon Utara IPTU Hence Supit, dan selanjutnya berkoordinasi dengan tim Resmob Polres Tomohon pimpinan Bripka Bima Pusung untuk melakukan penangkapan terhadap Pelaku.

"Setelah menerima informasi dari Polsek Tomohon Utara, kami langsung langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Tomohon AKP Constantein Samuri, untuk melakukan penangkapan terhadap Pelaku," kata KA Tim Resmob Bripka Bima Pusung.

Setelah mendapat petunjuk dan arahan dari Pimpinan, Tim Resmob bersama IPDA Simon Wendersteyt menyusun strategi dengan cara meminta korban untuk melakukan chatting dengan pelaku, dimana korban akan melakukan pertemuan dan akan menyerahkan uang tebusan kepada pelaku untuk mengambil kembali HP miliknya.

Sesuai kesepakatan yang di buat antara pelaku dan korban, di mana mereka akan bertemu di salah satu rumah makan yang ada di Kelurahan Kakaskasen, Kota Tomohon. Namun setelah menunggu, pelaku tidak datang.

Setelah menunggu sekitar dua jam, pelaku melalui chattingan FB mengarahkan korban untuk bertemu di depan Sekolah STM Kr. Tomohon, dan saat itu juga korban bersama Tim Resmob bersama Ipda Simon Wendersteyt menuju ke lokasi pertemuan.

"Minggu 20 Juni 2021 pukul 01.45 WITA, pelaku akhirnya datang di kompleks STM Kr. Tomohon menggunakan sepeda motor, dan saat itu pelaku rupanya mengetahui keberadaan kami dan berusaha untuk melarikan diri, tak ingin pelaku melarikan diri, kami pun langsung mengejar pelaku sehingga terjadi kejar-kejaran yang akhirnya pelaku berhasil kami amankan saat berada di kompleks belakang sekolah SPMA Kr Tomohon," tutur Bripka Bima Pusung.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti handphone milik korban dan senjata tajam jenis pisau yang digunakan pelaku saat mengancam korban.

Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot melalui Kasubbag Humas Bag Ops Iptu Heintje Talumepa menambahkan, saat dilakukan interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya bahkan korbannya sudah lebih dari satu dimana sesuai pengakuannya sudah ada enam korban lainnya, yang berhasil dijebak oleh pelaku

"Pelaku dan barang bukti satu handphone merk Advan milik korban, dan senjata tajam jenis pisau, sudah diamankan di Polres Tomohon, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut," kata Kasubbag Humas Iptu Heintje Talumepa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini