PBB: 50 dari 370 Distrik di Afghanistan Jatuh ke Taliban Sejak Mei

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 23 Juni 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 18 2429609 pbb-50-dari-370-distrik-di-afghanistan-jatuh-ke-taliban-sejak-mei-fDd7FD1h8Z.jpg 50 dari 370 Distrik di Afghanistan jatuh ke Taliban (Foto: CNN)

AFGHANISTAN – Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Afghanistan Deborah Lyons, mengatakan 50 dari 370 distrik Afghanistan telah jatuh ke tangan gerilyawan Taliban sejak Mei lalu, saat Amerika Serikat (AS) melanjutkan penarikan militernya dari negara itu.

"Kemajuan Taliban baru-baru ini bahkan lebih signifikan dan merupakan hasil dari kampanye militer yang intensif; lebih dari 50 dari 370 distrik Afghanistan telah jatuh sejak awal Mei," kata Lyons kepada Dewan Keamanan PBB, Selasa (22/6).

"Sebagian besar distrik telah diambil di sekitar ibu kota provinsi, menunjukkan bahwa Taliban memposisikan diri mereka untuk mencoba dan mengambil ibu kota ini setelah pasukan asing ditarik sepenuhnya," lanjutnya.

Berita itu muncul ketika sebuah perusahaan listrik lokal mengatakan kepada media pada Selasa (22/6) jika bentrokan kekerasan telah merusak infrastruktur listrik utama, menyebabkan pemadaman listrik di 11 provinsi termasuk Kabul.

(Baca juga: Gedung Putih: AS Gagal Penuhi Target Vaksinasi Covid-19 pada Hari Kemerdekaan)

Menurut seorang Rabani Rabani, anggota dewan provinsi Kunduz, selama 24 jam terakhir, pejuang Taliban telah menguasai beberapa distrik di provinsi Kunduz dan perbatasan penting dengan Tajikistan.

Dia menjelaskan distrik tersebut termasuk Chahar Dara, Khan Abad, Imam Sahib, dan juga Shirkhan Bandar, titik persimpangan dengan Tajikistan.

Salah satunya, distrik Chahar Dara, jatuh tanpa perlawanan untuk mencegah korban warga sipil.

Keuntungan Taliban terbaru yakni berada di daerah yang secara tradisional tidak berada di bawah kendali mereka.

(Baca juga: Video Bayi Dicekoki Minuman Alkohol Viral, Polisi Didesak Lakukan Penyelidikan)

Selama akhir pekan, Taliban mengklaim telah menyerbu pangkalan Angkatan Darat Afghanistan di provinsi Balkh di utara negara itu. Sebuah video propaganda Taliban menunjukkan kelompok gerilyawan di dalam pangkalan militer menyita kendaraan dan senjata militer.

Mereka mengklaim dalam video lain bahwa mereka telah menguasai Humvee Tentara Nasional Afghanistan di provinsi Takhar, di timur laut.

Kelompok itu juga mengklaim dalam video propaganda lain bahwa puluhan pasukan Afghanistan menyerah kepada Taliban di provinsi Faryab di utara negara itu.

Pejabat keamanan Afghanistan tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal klaim ini kepada CNN, dan CNN tidak dapat memverifikasi keaslian video atau tanggal pembuatannya.

Pada April lalu, Presiden AS Joe Biden secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri perang terpanjang AS, menganggap konflik berkepanjangan dan sulit diselesaikan di Afghanistan tidak lagi sejalan dengan prioritas AS.

Biden mengatakan dia akan menarik pasukan AS dari Afghanistan sebelum 11 September, peringatan 20 tahun serangan teroris yang mengkatalisasi perang melawan teror.

Biden berencana untuk bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, kepala Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional negara itu, yang mengawasi tim negosiasi pemerintah.

"Amerika Serikat akan tetap terlibat secara mendalam dengan Pemerintah Afghanistan untuk memastikan negara itu tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi kelompok teroris yang menjadi ancaman bagi tanah air AS," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, Senin (21/6).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini