Tekan Kasus Covid-19, Akses ke Pusat Kota Tasikmalaya Ditutup guna Cegah Kerumunan

Asep Juhariyono, iNews · Rabu 23 Juni 2021 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 525 2429413 tekan-kasus-covid-19-akses-ke-pusat-kota-tasikmalaya-ditutup-guna-cegah-kerumunan-8lhJt6mnKa.jpg Polisi menyekat akses ke pusat kota Tasikmalaya guna mencegah terjadinya kerumunan. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menutup akses masuk ke wilayah pusat kota dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Sementara saat akhir pekan, akses masuk ke pusat kota Tasikmalaya mulai pukul 16.00 hingga 06.00 WIB. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Penutupan tersebut dilakukan hingga tanggal 28 Juni 2021. Saat ini kasus penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Angka kematian terkait Covid-19 pun juga meningkat.

Seluruh persimpangan menuju pusat kota disekat. Tidak diperbolehkan ada yang masuk terutama warga yang datang dari luar daerah. Imbasnya, seluruh pertokoan di kawasan Jalan HZ Mustofa yang merupakan pusat kota Tasikmalaya tutup lebih awal.

Akibat dari penutupan akses masuk ke pusat kota, suasana jalanan pun sepi bak kota mati. Pasalnya, toko-toko yang ada di jalur tersebut memilih menutup tokonya lebih awal.

Menurut Plt Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, selain menutup akses menuju pusat kota, pemerintah juga melarang seluruh kegiatan yang biasa digelar di pusat kota yang mengundang kerumunan.

Baca Juga : Tekan Lonjakan Covid-19, Pengetatan PPKM Mikro Diberlakukan di 8 Desa di Bangkalan

Tak hanya itu, pemerintah melarang pesta resepsi pernikahan yang juga menggundang banyak orang yang bisa menimbulkan kerumunan. Warga hanya diperbolehkan menggelar akad nikah yang dihadiri 30 orang atau maksimal 50 orang dengan penerapan prokes yang ketat.

Hal ini dilakukan agar Tasikmalaya tetap dalam zona orange dan statusnya tidak meningkat menjadi zona merah.

“Kita berupaya dengan melakukan berbagai cara seperti penyekatan, kemudian event-event, pernikahan cukup akad saja. Kita berupaya agar tetap zona oranye,” ujar Muhammad Yusuf.

Jika masih membandel, petugas akan menindak secara tegas dengan memberikan sanksi melalui tim operasi Satgas Covid-19.

Baca Juga : Heboh Jenazah Covid-19 di Tanjung Priok Telantar di Depan Rumah, Ini Penjelasan Polisi

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga hari Selasa (22/6/2021) secara akumulatif terdapat 7.845 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 6.943 orang sudah dinyatakan sembuh, 717 orang masih menjalani isolasi, dan 185 orang keninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini