Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Keraton Pajajaran yang Lenyap, Terletak di Batutulis Bogor?

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 25 Juni 2021 |07:02 WIB
Misteri Keraton Pajajaran yang Lenyap, Terletak di Batutulis Bogor?
Foto: Istimewa
A
A
A

BOGOR - Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan Kesultanan Banten. Era Pajajaran berakhir ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgasana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Namun, sampai sekarang letak keraton Pajajaran masih menjadi misteri.

Laporan Adolf Winkler (1690) menyebutkan, di Batutulis Bogor, Winkler menemukan lantai atau jalan berbatu yang sangat rapi. Menurut penjelasan para pengantarnya, di situlah letak istana kerajaan (" het conincklijke huijs soude daerontrent gestaen hebben" ).

Setelah diukur, lantai itu membentang ke arah paseban tua. Di sana ditemukan tujuh (7) batang pohon beringin. Namun posisi persisnya sampai sekarang masih menjadi misteri.

Prasasti Batutulis sudah mulai diteliti sejak tahun 1806 dengan pembuatan "cetakan tangan" untuk Universitas Leiden (Belanda). Upaya pembacaan pertama dilakukan oleh Friederich tahun 1853.

Sampai tahun 1921 telah ada empat orang ahli yang meneliti isinya. Akan tetapi, hanya Cornelis Marinus Pleyte yang mencurahkan pada lokasi Pakuan, sementara yang lain hanya mendalami isi prasasti itu.

Haasil penelitian Pleyte dipublikasikan tahun 1911 (penelitiannya sendiri berlangsung tahun 1903). Dalam tulisannya, Het Jaartal op en Batoe-Toelis nabij Buitenzorg atau "Angka tahun pada Batutulis di dekat Bogor," Pleyte menjelaskan, " Waar alle legenden, zoowel als de meer geloofwaardige historische berichten, het huidige dorpje Batoe-Toelis, als plaats waar eenmal Padjadjaran's koningsburcht stond, aanwijzen, kwam het er aleen nog op aan. Naar eenige preciseering in deze te trachten".

“Dalam hal legenda-legenda dan berita-berita sejarah yang lebih terpercaya, kampung Batutulis yang sekarang terarah sebagai tempat puri kerajaan Pajajaran; masalah yang timbul tinggallah menelusuri letaknya yang tepat.”

Pleyte mengidentikkan puri dengan kota kerajaan dan kadatuan Sri Bima Narayana Madura Suradipati dengan Pakuan sebagai kota. Babad Pajajaran melukiskan bahwa Pakuan terbagi atas " Dalem Kitha"

" (Jero kuta) dan " Jawi Kitha " (Luar kuta). Pengertian yang tepat adalah "kota dalam" dan "kota luar."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement