Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

21 Mahasiswa Terpapar Covid-19, Gibran Instruksikan ISI Solo Lockdown

Solopos.com , Jurnalis-Minggu, 27 Juni 2021 |11:28 WIB
21 Mahasiswa Terpapar Covid-19, Gibran Instruksikan ISI Solo <i>Lockdown</i>
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta Institut Seni Indonesia (ISI) Solo untuk menerapkan lockdown setelah ditemukannya 21 mahasiswa yang terpapar Covid-19 usai menggelar acara Fashion Show Batik.

Menurut Gibran, selama ini banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di kampus tersebut.

"ISI banyak yang komplain di situ, makanya kemarin saya langsung mengadakan testing di beberapa tempat. Banyak pelanggaran prokes di situ," ujar Gibran, Minggu (27/6/2021).

Ia menambahkan, pelanggaran prokes dilakukan mulai dari dosen hingga mahasiswa. Sehingga, ia pun sempat melayangkan surat teguran, termasuk instruksi lockdown di kampus ISI Solo.

"Makanya kemarin saya tegur, mahasiswa dan dosen banyak yang abai. Kemarin langsung saya lockdown," ujarnya.

Baca juga: Sekelompok Bocil Rusak Belasan Makam, Gibran: Kurang Ajar!

Sebelumnya, sebanyak 21 mahasiswa ISI Solo terpapar Covid-19 setelah menggelar acara Fashion Show Batik.

Terpaparnya mahasiswa yang kampus II yang berlokasi di Mojosongo, Solo itu diketahui setelah ada seorang mahasiswi positif terinfeksi virus corona seusaui acara tersebut. Kemudian, pihak ISI Solo mengadakan tes swab terhadap 51 mahasiswa yang tinggal di asrama.

Baca juga: Ternyata Gibran Sering Pakai Jimat Anti-Corona, Apa Itu?

"Rabu 23 Juni ada seorang mahasiswa yang mengeluhkan tidak enak badan, setelah dilakukan swab hasilnya positif," kata Humas ISI Solo Esha Karwinarno.

Kemudian, para mahasiswa yang di-tracing tidak semuanya tinggal di asrama. Dari jumlah tersebut, 13 mahasiswa di antaranya tidak menunjukkan gejala sehingga isolasi dilakukan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

"Mereka yang tinggal di luar asrama atau bersama keluarga juga ikut dites. Pertama ditemukan ada 7 mahasiswa, setelah dikembangkan bertambah menjadi 15 orang. Dan bertambah 6 orang lagi menjadi 21 orang," tuturnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement