Instruksi Biden: Serangan Udara untuk Fasilitas Milisi yang Didukung Iran

Susi Susanti, Koran SI · Senin 28 Juni 2021 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 18 2431832 biden-perintahkan-serangan-udara-terhadap-fasilitas-yang-digunakan-kelompok-milisi-yang-didukung-iran-NKBSf3wQwn.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Atalayar)

WASHINGTONPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengarahkan pasukan militer untuk melakukan serangan udara presisi defensif terhadap fasilitas yang digunakan oleh kelompok milisi yang didukung Iran di wilayah perbatasan Irak-Suriah pada Minggu (27/6) malam.

“Target dipilih karena fasilitas ini digunakan oleh milisi yang didukung Iran yang terlibat dalam serangan kendaraan udara tak berawak (UAV) terhadap personel dan fasilitas AS di Irak. Secara khusus, serangan AS menargetkan fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di Suriah. dan satu lokasi di Irak, yang keduanya terletak dekat dengan perbatasan antara negara-negara itu," kata sekretaris pers Pentagon John Kirby dalam rilisnya.

“Seperti yang ditunjukkan oleh serangan malam ini, Presiden Biden telah jelas bahwa dia akan bertindak untuk melindungi personel AS. Mengingat serangkaian serangan yang sedang berlangsung oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran yang menargetkan kepentingan AS di Irak, Presiden mengarahkan tindakan militer lebih lanjut untuk mengganggu dan mencegah serangan tersebut. serangan," lanjutnya.

(Baca juga: Daya Pikat Abadi Kota-Kota yang Hilang)

Kembali ke Gedung Putih pada Minggu (27/6) malam dari akhir pekan di Camp David, Biden tidak berhenti untuk menjawab pertanyaan tentang serangan udara, mengatakan kepada wartawan yang berkumpul di South Lawn, "Saya akan berbicara dengan Anda besok."

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional merujuk permintaan komentar CNN ke Pentagon pada Minggu (27/6).

Serangan udara itu bukan yang pertama diperintahkan oleh pemerintahan ini.

(Baca juga: Kisah Medlar, Buah Abad Pertengahan dengan Nama 'Vulgar' yang Terlupakan Zaman)

Tindakan pertama militer AS yang diketahui di bawah Biden terjadi pada Februari lalu ketika menyerang sebuah situs di Suriah yang digunakan oleh dua kelompok milisi yang didukung Iran sebagai tanggapan atas serangan roket terhadap pasukan AS di wilayah tersebut. Serangan itu menimbulkan kekhawatiran di antara anggota parlemen, yang mengatakan Biden tidak meminta otorisasi kongres yang diperlukan. Gedung Putih mengatakan serangan itu didukung oleh Pasal II Konstitusi serta piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini