Spanyol: Pengadilan Tinggi Putuskan 'Lockdown' Tidak Konstitusional

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 15 Juli 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 18 2441132 spanyol-pengadilan-tinggi-putuskan-lockdown-tidak-konstitusional-AHmPalqM3W.jpg 'Lockdown' di Spanyol diputuskan tidak konstitusional (Foto: Reuters)

SPANYOL - Pengadilan tinggi Spanyol telah memutuskan penguncian ketat (lockdown) virus corona tahun lalu tidak konstitusional.

Putusan itu membiarkan pintu terbuka bagi orang-orang yang didenda karena melanggar aturan untuk mendapatkan kembali uang yang mereka bayarkan.

Namun pengadilan mengatakan tidak akan menerima tuntutan hukum dari orang dan bisnis yang ingin menggugat pemerintah karena kehilangan uang akibat lockdown.

Mahkamah Konstitusi Spanyol mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memilih, dengan mayoritas tipis enam berbanding lima, untuk memutuskan keadaan darurat tidak cukup untuk memberikan dukungan konstitusional pembatasan. Ini karena aturan itu setara dengan penindasan hak-hak dasar.

(Baca juga: Taliban Kibarkan Bendera di Perbatasan Afghanistan-Pakistan, Klaim Kuasai Wilayah)

Pengadilan mengatakan untuk membatasi kebebasan orang secara hukum sejauh yang mereka lakukan tahun lalu, pemerintah harus menyatakan keadaan pengecualian daripada keadaan darurat.

Di Spanyol, keadaan darurat - yang dikenal sebagai "keadaan waspada" dalam bahasa Spanyol - dapat diumumkan oleh pemerintah dan dilaksanakan sebelum diperdebatkan di parlemen. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk menerapkan aturan baru dengan cepat.

Sebuah keadaan pengecualian, bagaimanapun, tidak secara langsung disetujui oleh pemerintah. Sebaliknya, usulan tersebut perlu dibawa ke parlemen terlebih dahulu, yang kemudian harus menyatakan keadaan darurat.

Putusan pengadilan itu sebagai tanggapan atas gugatan yang diajukan oleh partai politik sayap kanan Vox.

(Baca juga: Covid-19 Melonjak di Tempat Karoke, Klaster Virus Terbaru)

Seperti diketahui, pemerintah menyatakan keadaan darurat pada 14 Maret 2020 untuk menghentikan gelombang pertama infeksi Covid-19.

Pada saat itu, kasus dan kematian akibat virus corona meningkat dan rumah sakit dengan cepat menjadi kewalahan. Sejak itu, lebih dari 81.000 orang di Spanyol telah meninggal karena virus corona.

Spanyol memiliki tiga tingkat keadaan darurat, yakni keadaan darurat, keadaan pengecualian, dan tingkat tertinggi, keadaan pengepungan.

Di bawah aturan darurat, hampir semua orang di negara itu diperintahkan untuk tinggal di rumah, dan hanya diizinkan pergi karena alasan penting. Semua kecuali bisnis penting ditutup.

Undang-undang itu berlaku hingga Juni 2020, meskipun beberapa pembatasan diberlakukan kembali di akhir tahun ketika negara itu menghadapi gelombang kedua.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini