3. Granat Anti Kerusuhan
Granat anti kerusuhan ini berisi gas air mata, yang biasanya berupa gas CS (Chlorobenzol malononitrile). Bentuk dan pengoperasian granat ini sama dengan gas asap, tetapi bedanya granat ini berisi 80 sampai 120 gram gas air mata.
Jika terkena ledakan granat ini, akibatnya terasa iritasi ekstrem pada mata, hidung dan tenggorokan. Namun jika terkena kulit, maka mengakibatkan kulit melepuh. Jika terkena paru-paru, akan mengakibatkan luka permanen.
4. Granat Pembakar (Incendiary Grenade)
Granat pembakar menghasilkan panas sangat tinggi melewati reaksi kimia. Wujudnya nyaris serupa seperti granat asap dan gas. Pengisinya terdiri daripada 600 sampai 800 gram thermat (TH3), yang adalah versi thermit yang diperbarui, bahan pembakar yang dipakai dalam granat sewaktu Perang Dunia II. Beberapa daripada campuran thermat berubah menjadi besi cair, yang terbakar pada suhu 2204° Celsius.
Granat ini dapat melelehkan logam yang bersentuhan dengannya. Pengisi thermate untuk granat AN-M14 terbakar selama 40 detik dan dapat membakar menembusi 12,7 mm kepingan baja. Granat ini juga tidak memerlukan oksigen dalam pembakaran dan dapat terbakar di bawah air. Fosforus putih juga dipakai sebagai pengisi granat pembakar, yang membakar pada suhu 2760 °C.
Pembakaran thermat dan fosforus yaitu dapat menyebabkan luka bakar yang paling parah dan menyakitkan.