Kisah Wanita Bersuka Cita Naik Haji Tanpa Didampingi Pria

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 21 Juli 2021 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 18 2443729 kisah-wanita-bersuka-cita-naik-haji-tanpa-didampingi-pria-M6JTMpW5TD.jpg Bushra Shah bersuka cita bisa naik haji tanpa wali laki-laki (Foto: AFP)

“Haji tanpa wali adalah keajaiban,” ujar wanita berusia 42 tahun, yang bekerja untuk sebuah organisasi masyarakat sipil, kepada AFP.

Dia bepergian ke Makkah bersama tiga orang temannya. Ibu tiga anak ini sudah beberapa kali mencoba menunaikan ibadah haji sebelum pandemi. Tapi dia tidak bisa karena suaminya sudah naik haji dan tidak diizinkan untuk menunaikan ibadah haji lagi.

“Saya merasa sangat gembira. Tuhan telah memanggil saya terlepas dari semua rintangan,” ujarnya.

Bagi Sadaf Ghafoor, seorang dokter Inggris-Pakistan, bepergian tanpa wali laki-laki adalah “satu-satunya pilihan.”

“Kami tidak bisa meninggalkan anak-anak sendirian,” kata wanita berusia 40 tahun itu tentang ketiga anaknya.

Suaminya memutuskan untuk tinggal di belakang, dan Ghafoor menuju ke Mekah dengan seorang tetangga.

“Tidak mudah mengambil keputusan untuk pergi sendiri, tetapi kami mengambil kesempatan ini sebagai berkah,” tambahnya.

Keputusan naik haji tanpa didampingi pria merupakan bagian dari reformasi sosial yang diluncurkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang berusaha menghilangkan citra keras kerajaan dan membuka ekonominya yang sebelumnya bergantung pada minyak.

Sejak dia naik ke tampuk kekuasaan, perempuan diizinkan mengemudi dan bepergian ke luar negeri tanpa wali laki-laki.

Haji, salah satu dari lima rukun Islam, adalah suatu ibadah bagi Muslim berbadan sehat yang mampu secara finansial setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka.

Sebelumnya, pihak berwenang mewajibkan kehadiran wali laki-laki untuk setiap jamaah haji wanita di bawah usia 45 tahun. Hal ini kerap mencegah banyak wanita Muslim di seluruh dunia melakukan haji.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini