Kerap Jadi Korban Perampokan, Ratusan Warga Blokade Jalan Kota Sorong

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 22 Juli 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 340 2444092 kerap-jadi-korban-perampokan-ratusan-warga-blokade-jalan-kota-sorong-gHedgMmnUj.jpg Kerap jadi korban perampokan warga blokade jalan di Kota Sorong (Chanry Andrew)

JAKARTA - Ratusan warga memblokade jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di Kompleks Pasar Bersama Kota Sorong, Papua Barat, Rabu 21 Juli 2021. Warga kesal karena kerap menjadi korban perampokan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di sana.

Salah seorang warga, Muhamad Yunus mengatakan bahwa emosi warga memuncak setelah dua rumah di sekitar Kompleks Pasar Bersama dan lima unit mobil dirusak oleh sejumlah perampok. Bahkan seorang wanita sempat ditodong dengan alat tajam di bagian lehernya.

"Jadi kejadian ini terjadi pada tiga hari lalu dan terakhir pada hari Rabu subuh tadi, ada sekitar dua rumah dan lima mobil dirusak para perampok. Bahkan seorang korban wanita ditodong dengan parang di leher," kata Yunus.

Menurut dia, aksi warga ini merupakan bentuk kekesalan karena kerap menjadi korban pencurian. Sejumlah aksi perampokan ini telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian agar para pelaku dapat segera ditangkap.

Baca juga: Perampok Berparang Satroni Kantor Bank di Pagaralam, Karyawan Sempat Disandera

Ia menambahkan, pihaknya sudah berusaha menahan warga untuk tidak bertindak anarkis, namun karena warga sudah emosi dan sudah tidak tahan dengan aksi perampokan tersebut, membuat warga melakukan blokade jalan Kota Sorong itu.

"Kami semua di sini mengatur agar warga tidak bertindak anarkis kami sudah capek dipukul dan barang-barang kami dirusak dijarah oleh pelaku," kata Muhammad Yunus.

Baca juga: Pelaku Begal di Warung Bubur Beraksi dalam Kondisi Mabuk

Warga meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku yang kerap merampok harta benda milik mereka.

Kapolsek Sorong Kota AKP Mochamad Nur Makmur memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku perampokan dan penjarahan tersebut.

Bahkan, menurut Makmur, pihak Kepolisian juga sudah melakukan koordinasi dengan tokoh adat untuk menindaklanjuti keterlibatan salah satu terduga pelaku.

"Kami sudah berkordinasi bersama tokoh adat, namun mereka tidak mau untuk memfasilitasi karena anak muda itu sudah sering berkali-kali membuat onar sehingga orangtuanya tidak mau untuk difasilitasi," kata Nur Makmur kepada wartawan di lokasi kejadian.

Baca juga: Viral Begal di Warkop Bekasi, 3 Pelaku Ditangkap

Polisi menyebutkan, pelaku diduga berjumlah delapan orang. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mencari pelaku.

Menurut Makmur, satu orang terluka dan lima kendaraan rusak akibat perampokan dan penjarahan itu.

Setelah bertemu dengan polisi, warga membuka blokade jalan. Mereka sepakat menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada polisi.

Baca juga: Puntung Rokok Diduga Penyebab Terbakarnya KM Fajar Baru 8 di Kota Sorong

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini