Polisi Periksa Enam Saksi Terkait Penganiayaan Perawat dan Sekuriti di RSGM Ambarawa

Lurisa Lulu, iNews · Sabtu 24 Juli 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 512 2445398 polisi-periksa-enam-saksi-terkait-penganiayaan-perawat-dan-sekuriti-di-rsgm-ambarawa-blhX533zUr.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

SEMARANG - Aparat Polsek Ambawara telah memeriksa enam saksi terkait insiden penganiayaan yang dialami perawat di Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo (RSGM) Ambarawa. Penganiayaan tersebut dilakukan oleh keluarga pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19.

Keenam saksi tersebut di antaranya korban yakni dua perawat dan seorang sekuriti. Kemudian, terduga pelaku dan dua anggota keluarga pasien.

Kapolsek Ambarawa AKP Komang Karisma mengatakan bahwa pihaknya terus mendalami kejadian penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (nakes) tersebut. Meski demikian, ia membenarkan bahwa belum ada laporan resmi dari kejadian tersebut.

Baca juga: Kronologi Keluarga Pasien Covid-19 Ngamuk Lukai Perawat RSUD Ambarawa

Menurut dia, peristiwa itu terjadi karena ada kesalahpahaman setelah keluarga meminta agar korban yang meninggal untuk difoto terakhir kalinya. Namun, perawat melarangnya karena melanggar prosedur penanganan Covid-19 dan demi keselamatan keluarga.

Kemudian, lanjut dia, pelaku marah dan mengambil gunting dan menancapkannya ke meja rumah sakit. Perawat dan sekuriti yang takut pelaku mengamuk berusaha merampas gunting itu.

Baca juga: Semarang Geger! Keluarga Pasien Covid-19 Aniaya Perawat Pakai Gunting di RSUD Ambarawa

Aksi tarik menarik gunting tersebut membuat perawat dan sekuriti mengalami luka ringan di bagian jari korban.

"Karena belum ada laporan pihak kepolisian akan mencoba melakukan mediasi di antara kedua belah pihak agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Menkes: Rumah Sakit Butuh Tambahan 20.000 Dokter dan Perawat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini