JAKARTA - Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan bahwa wilayah yang menjadi pusat gempa di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari daerah seismik aktif dan kompleks.
"Kawasan ini merupakan daerah dengan seismik aktif dan kompleks. Sulawesi Tengah merupakan kawasan dengan catatan kegempaan pada masa lalu dengan kegempaan cukup kuat sejak 1927," ujar Daryono, Senin (26/7/2021) malam dalam live streaming akun YouTube BMKG.
Ia menyebutkan ada sebuah pola Cesar yang memanjang dimana dalam setiap kasus Cesar mendatar bisa terjadi mekanisme turun.
"Ini merupakan fenomena biasa. Namun kawasan ini minim diteliti, perlu dipelajari lebih lanjut dan detail. Aspek mitigasi harus kita kembangkan," tambah Daryono.
Baca juga: Gempabumi M 6,5 Guncang Tojo Una-Una Sulteng, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Sadly menyebutkan pihaknya masih melihat lebih dalam data tipe gate dari gempa bumi di Sulawesi Tengah.
"Skala cukup besar 6,5 dengan kedalaman 10 kilometer
Menjauhi pantai karena skala cukup besar. Data type gate Geo Spasial masih normal meskipun ada kemungkinan ada longsoran tebing dan sebagainya. Kami akan terus pantau perubahan ketinggian permukaan air laut," kata Sadly.
Baca juga: BMKG: Sesar Lokal Picu Gempa Tojo Una-Una