AS Klaim China Perbanyak Fasilitas Bawah Tanah untuk Simpan dan Luncurkan Rudal Nuklir

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 29 Juli 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 18 2447621 as-klaim-china-perbanyak-fasilitas-bawah-tanah-untuk-simpan-dan-luncurkan-rudal-nuklir-JHOmhencjG.jpg China diyakinin membangun ladang silo atau ruang bawah tanah untuk simpan rudal nuklir (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat (AS) meyakini jika China sedang "membangun ladang silo atau bangunan di bawah tanah" untuk menyimpan dan meluncurkan rudal nuklir.

Laporan dari Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) menunjukkan gambar-bambar satelit dari Provinsi Xinjiang mengindikasikan situs ini dapat menampung sekitar 110 silo saat selesai nanti.

Ini adalah ladang silo kedua yang diyakini tengah dibangun China dalam dua bulan ini.

Lembaga-lembaga pertahanan milik AS telah menyatakan kekhawatiran mereka tentang persenjataan nuklir China.

Bulan lalu, Wahington Post melaporkan penampakan 120 silo di sebuah situs di padang pasir Yumen, Provinsi Gansu.

(Baca juga: 32 Wartawan Masih Ditahan di Myanmar)

Laporan FAS pada Senin (26/7) mengatakan situs baru di Hami, sekitar 380 kilometer di sebelah barat laut Yumen, saat ini pada tahap awal pembangunan.

Pada 2020, Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan China berusaha menggandakan hulu ledak nuklirnya dari pangkalan rendah.

Informasi ini muncul saat AS dan Rusia tengah bersiap melakukan dialog tentang kontrol persenjataan.

(Baca juga: Menhan AS Dukung Pencegahan Terintegrasi untuk Redam Agresi China di Asia Tenggara)

Dialog yang akan dilakukan oleh Wakil Menteri Pertahanan AS Wenndy Sherman dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov ini dipandang sebagai langkah pertama untuk membuka kembali negosiasi yang telah tertunda tentang pengurangan persenjataan nuklir.

 Tapi sejauh ini, China tak ambil bagian dalam negosiasi kontrol senjata. Komando Strategis AS, bagian dari Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas pencegahan strategis, menyuarakan kekhawatiran mereka atas laporan baru ini melalui cuitan.

"Ini kali kedua dalam dua bulan, publik menemukan apa yang telah kami suarakan sejak lama tentang ancaman yang semakin besar yang dihadapi dunia, dan tabir kerahasiaan yang mengelilinginya," sebut cuitan itu.

Ladang silo di Xinjiang dideteksi menggunakan citra satelit komersial, namun gambar-gambar dengan resolusi lebih tinggi kemudian disediakan oleh Planet, sebuah perusahaan pencitraan satelit.

Pentagon mengatakan pada 2020, China memiliki lebih dari 200 persediaan hulu ledak dan berusaha untuk menggandakan jumlah ini. Sedangkan AS diperkirakan memiliki sekitar 3.800 hulu ledak.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini