Bantuan Rp2 Triliun Hoax, Anak Akidi Tio Bisa Jadi Tersangka

MNC Portal, · Senin 02 Agustus 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 610 2449637 bantuan-rp2-triliun-hoax-anak-akidi-tio-bisa-jadi-tersangka-8hPrGAjKY3.jpg Heriyanti anak Akidi Tio dibawa ke Poda Sumsel. (Foto: iNews)

PALEMBANG - Bantuan sebesar Rp2 triliun yang disumbangkan almarhum Akidi Tio untuk menangani Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan ternyata penipuan belaka. Akibatnya, Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio dijemput polisi.

Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro yang langsung melakukan penjemputan terhadap Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 12.59 WIB dan langsung masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel.

BACA JUGA: Sumbangan Rp2 Triliun Tidak Jelas, Anak Akidi Tio Dijemput Polisi

Kedatangan Heriyanti pun langsung disambut awak media yang telah menunggu. Namun, Heriyanti terus menutupi wajahnya dan berjalan cepat menuju ruangan Ditkrimum Polda Sumsel. Tak ada sepatah kata pun yang dilontarkan saat awak media mencoba bertanya kepada Heriyanti.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Hisar Siallagan juga enggan berkomentar dan menjelaskan status Heriyanti.

Heriyanti digiring ke Mapolda Sumsel terkait kejelasan bantuan dari mendiang ayahnya, Akidi Tio, sebesar Rp2 triliun yang pekan lalu diserahkan secara simbolis ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

BACA JUGA: Soal Sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Mahfud : Semoga Nyata

Sementara itu, Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro saat meminta tanggapan Prof Dr dr Hardi Darmawan, mengatakan bahwa dokter keluarga tersebut hanya menjadi perantara saja saat penyerahan simbolis dana tersebut.

"Ternyata uang Rp2 triliun itu tidak ada, menurut bapak Heriyanti salah atau tidak. Tidak benar pak sudah kita cek uangnya itu tidak ada. Kalau kondisi seperti itu dia (Heriyanti) akan jadi tersangka," kata Ratno menambahkan.

Di tempat yang sama, dokter keluarga Akidi Tio, Prof Dr dr Hardi Darmawan juga mendatangi gedung Ditkrimum Polda Sumsel sepuluh menit setelah kedatangan Heriyanti.

Kedatangan dr Hardi tersebut untuk memberi keterangan terkait rencana bantuan Rp2 triliun itu. "Maksudnya apakah bapak mengecam tindakan Heriyanti atau tetap mendukung dia," tanya Ratno. Bapak setuju kita penjarakan dia," tanya Ratno kepada dr Hardi.

Mendengar pertanyaan itu, dr Hardi pun hanya bisa terdiam. Dirinya soelah tidak percaya dengan kejadian ini dan begitu sangat kebingungan.

"Saya tidak tahu uangnya ada atau tidak. Dia mengatakan pada saya kalau uang itu ada," ujar dr Hardi.

Ratno Kuncoro kembali menanyakan, apakah dr Hardi setuju bila Heriyanti harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kebohongan yang sudah dilakukannya.

"Ya kalau tidak ada, harus minta maaf ke masyarakat Indonesia," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini