Vaksinasi Massal Presisi Polri di Medan Ricuh, Warga Sampai Pingsan

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Selasa 03 Agustus 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 608 2450359 vaksin-massal-presisi-polri-di-medan-ricuh-warga-sampai-pingsan-bUNEfPjC1m.jpg Vaksinasi massal presisi Polri di Medan ricuh (Foto: Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN - Gebyar vaksin presisi yang dilaksanakan oleh Polri di GOR Serbaguna Pancing berakhir ricuh. Ribuan warga yang sudah menunggu dari pagi hari berdesakan masuk hingga ada yang terjatuh dan pingsan. Padahal, sebelumnya Wakapolri meninjau vaksin massal ini.

Dalam ribuan warga terlihat berteriak kepada petugas kepolisian agar pagar pintu GOR Serbaguna Pancing, Jalan Williem Iskandar dibuka agar warga dapat masuk ke areal vaksinasi.

Baca Juga:  Wamenkes: Anak Bisa Jadi Pembawa Virus Corona, Penting Dilakukan Vaksinasi

Pasalnya, ribuan warga ini sudah menunggu sejak pagi hari dan dijanjikan jam berdasarkan nomor antrean. Namun, tak kunjung juga dipanggil, warga berusaha menerobos pagar hingga terjadi desak desakan.

Meskipun sudah menghalau dan mengingatkan kepada masyarakat dengan mobil pengeras suara, namun pihak kepolisian dari Polsek Percut Seituan tak dapat membendung masyarakat dan akhirnya masyarakat berebut masuk. Bahkan, beberapa orang ada yang terjatuh dan pingsan.

Diketahui Gebyar Vaksin Presisi ini dilaksanakan oleh Polri serentak di beberapa lokasi di Indonesia termasuk wilayah hukum Polrestabes Medan.

Kericuhan ini terjadi akibat banyaknya warga yang datang ke lokasi, sementara stok vaksin yang disediakan oleh panitia hanya terbatas sekitar 1.000 dosis.

Juliana, salah seorang peserta vaksin mengatakan sudah menunggu dari pagi hari hingga sore. Namun, dirinya tak kunjung dipanggil sehingga berusaha menerobos pagar GOR.

Baca Juga:  Minta Warga Tetap Jaga Prokes, Anies: Sudah Divaksin Bukan Berarti Bebas Berpergian

Padahal sebelumnya, Wakapolri Komjen Gatot Edy Purnomo sempat melakukan peninjaun ke lokasi vaksin ini. Namun, sepulangnya Wakapolri, kondisi berubah menjadi ricuh.

Hal yang terjadi ini sangat disayangkan mengingat tujuan warga untuk vaksin agar membentuk herd immunity, namun jika seperti ini yang terjadi ditakutkan adanya klaster baru Covid-19 dikarenakan pelanggaran protokol kesehatan ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini