Madina Heboh, Dengar Suara Ledakan dan Kepulan Asap dari Pembangkit Listrik Panas Bumi

INews.id, · Jum'at 06 Agustus 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 340 2451851 madina-heboh-dengar-suara-ledakan-dan-kepulan-asap-dari-pembangkit-listrik-panas-bumi-brzDvELVPe.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

MADINA - Suara mirip ledakan menghebohkan warga Desa Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara.

Suara itu diikuti kepulan asap yang berasal dari Wellpad A Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pada Kamis (6/8/2021).

Seorang warga setempat, Parlindungan Nasution mengatakan, peristiwa ini terjadi pukul 09.50 WIB setelah ada pemadaman listrik PLN. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut

"Ada suara seperti ledakan. Lalu keluar seperti kerikil. Tapi tidak ada korban, warga berkerumun karena trauma soal kejadian H2S (zat beracun), tapi kalau yang ini bukan," ujar Parlindungan, Jumat (6/8/2021).

Senada disampaikan Kepala Desa Sibanggor Tonga Mulyadi. Menurutnya, kejadian itu sempat membuat heboh warga sekitar karena mendengar suara keras seperti ledakan.

“Kalau warga di kampung tidak banyak yang mendengar suara itu, tapi sebagian yang dekat lokasi mendengarnya. Kemudian ada juga kepulan asap yang lebih pekat dari biasanya. Setelah kejadian kami juga sudah ke lokasi, alhamdulillah tidak ada korban," ujarnya.

Seorang warga di Dusun Turus Tempurejo dilarikan ke Rumah Sakit akibat ledakan mercon. Kejadian mengakibatkan rumah korban rusak parah di bagian atap rumah serta dinding hingga kaca rumah pecah usai terkena ledakan mercon, Jumat (31/5/2019) pukul 04.00 WIB.

Sementara itu, Head of Corporate PT SMGP Affairs Syahrini Nuryanti menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 9.58 WIB. Saat itu terjadi gangguan (trip) pada jaringan 150 kV milik PT PLN (Persero) yang terletak di Padangsidimpuan. Gangguan ini menyebabkan aliran listrik dari Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi terhenti untuk sementara waktu.

Syahrini menyebut terhentinya kegiatan operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi menyebabkan aliran steam yang mengalir dari sumur tidak dapat masuk ke fasilitas pembangkit dan dialirkan ke rock muffler sehingga beberapa sumur harus ditutup untuk sementara waktu.

Proses penutupan sumur berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama proses tersebut berjalan uap yang telah berada dalam sistem harus dikeluarkan.

Saat ini beberapa sumur telah ditutup dan sedang dalam proses penormalan sistem untuk bisa menyalakan kembali fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi Sorik Marapi.

Terpisah, manajer PLN ULP Panyabungan Hardiansyah membenarkan pihaknya sedang melakukan pemadaman pada hari Kamis pagi.

“Hari itu ada pemadaman karena supplay Gardu Induk Panyabungan loss voltage. Kami sedang mengupayakan pengalihan supply dari Gardu Induk Padangsidimpuan,” katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini