JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Selama itu pula, sektor sosial-ekonomi masyarakat menjadi semerawut. Wabah ini menyebabkan multikrisis yang makin memperbesar kesenjangan.
Pemerintah dalam tiap pernyataannya mengaku selalu mempercepat pelaksanaan tracing, testing dan treatment (3T) serta vaksinasi. Lalu pemerintah juga berkewajiban menjaga ketersediaan stok obat, oksigen, fasilitas perawatan, memberikan stimulus ekonomi, dan lain sebagainya.
Sementara masyarakat diminta untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan serta mengurangi mobilitas demi menekan laju penularan virus corona yang lebih infeksius gegara munculnya varian delta.
Baca juga: Kabar Baik, Angka Kematian Covid-19 di DKI Pekan Ini Menurun
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 ini bukan hanya tugas dari pemerintah pusat.
Menurutnya, butuh kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pandemi di Indonesia.
"Kita berupaya bagaimana keterlibatan elemen masyarakat betul-betul optimal. Sehingga jangan sampai penanganan pandemi ini hanya ditangani negara saja," ujar Menko PMK dalam Rapat Koordinasi Solidaritas Nasional Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia, secara daring, dikutip dari keterangan tertulis pada Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: ITS Ciptakan Konsentrator Oksigen untuk Bantu Atasi Krisis Oksigen
Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan, pemerintah telah mengaktifkan "Klaster Nasional Penanggulangan Bencana" untuk perkuat penanganan pandemi Covid-19. Klaster ini terdiri dari Klaster Kesehatan, Klaster Logistik, Klaster Perlindungan dan Pengungsian, Klaster Pendidikan, dan Klaster Pemulihan Dini.