Share

Taliban 'Merangsek' Masuk Kuasai Mazar-i-Sharif, Benteng Terakhir Afghanistan

Susi Susanti, Koran SI · Minggu 15 Agustus 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 18 2455844 taliban-merangsek-masuk-kuasai-mazar-i-sharif-benteng-terakhir-afghanistan-A8P5CQFIz6.jpg Taliban kuasai benteng Mazar-i-Sharif (Foto: EPA)

AFGHANISTAN - Pejuang Taliban terus merangsek masuk merebut Afghanistan secara keseluruhan. Yang terbaru, Taliban telah berhasil merebut Mazar-i-Sharif, kota besar terakhir di Afghanistan utara yang masih di bawah kendali pemerintah.

Jatuhnya benteng tradisional anti-Taliban menandai keuntungan besar bagi para militan, yang telah maju dengan cepat saat pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) ditarik mundur.

Taliban sekarang menguasai sebagian besar negara dan semakin dekat ke ibu kota Kabul.

Pejabat setempat mengatakan Mazar-i-Sharif-ibu kota provinsi Balkh dan kota terbesar keempat di Afghanistan-jatuh sebagian besar tanpa perlawanan.

Abas Ebrahimzada, seorang anggota parlemen dari Balkh, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa tentara nasional adalah yang pertama menyerah, yang kemudian mendorong pasukan pro-pemerintah dan milisi lainnya untuk menyerah.

(Baca juga: PBB Serukan Taliban Hentikan Serangan)

Mazar-i-Sharif adalah pusat ekonomi utama yang terletak dekat perbatasan dengan Uzbekistan dan Tajikistan. Terakhir kali Taliban merebut kota itu pada 1990-an.

Panglima perang etnis Uzbekistan Abdul Rashid Dostum dan pemimpin etnis Tajik terkemuka Atta Mohammad Noor dilaporkan telah meninggalkan provinsi tersebut.

Rekaman yang dibagikan di media sosial (medsos) menunjukkan militan Taliban berada di dalam rumah kosong Dostum.

Setelah pembicaraan krisis dengan Ghani awal pekan ini, Dostum menyerang dengan nada menantan. Taliban telah datang ke utara beberapa kali tetapi mereka selalu terjebak,” ujarnya.

(Baca juga: Indonesia Kembali Serukan Dialog antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban)

Dalam sebuah posting Facebook pada Sabtu (14/8), Noor menyalahkan pasukan pemerintah atas kekalahan itu, dengan mengatakan mereka menyerahkan senjata dan peralatan mereka kepada Taliban.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia mengatakan dia dan Dostum berada di "tempat yang aman".

Sementara itu, seorang penduduk Mazar-i-Sharif berbicara kepada BBC tentang ketakutannya ketika Taliban saat berjalan melalui kota.

"Mereka pergi dari pintu ke pintu dan kami di rumah dan sayangnya kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

"Kami sangat takut. Anak saya sangat takut dan istri saya menangis sekarang. Apa yang harus kami lakukan besok?,” lanjutnya.

Daerah lain juga jatuh ke tangan Taliban pada Sabtu (14/8), termasuk ibu kota provinsi Paktika dan Kunar.

Kemudian pada Minggu (15/8) pagi, para pemberontak merebut kota terbesar kelima di Afghanistan Jalalabad, ibu kota provinsi Nangrahar, tanpa perlawanan. Seorang pejabat setempat mengatakan itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.

Taliban sekarang menguasai lebih dari setengah ibu kota provinsi negara itu. Kabul adalah satu-satunya kota besar yang masih di bawah kendali pemerintah.

Presiden Ashraf Ghani melakukan perjalanan ke kota itu beberapa hari yang lalu untuk mengumpulkan pasukan.

Lebih dari seperempat juta orang telah mengungsi akibat kekerasan, dan banyak yang melarikan diri ke Kabul dengan harapan menemukan keselamatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini