Sekiranya pada pukul 11.02 pagi, Kota Nagasaki hancur luluh lantah akibat bom yang disebut 'Fat Man'. Bom itu meledak pada ketinggian 1.800 kaki untuk memaksimalkan dampak ledakan tersebut.
Bom meratakan bangunan, menghancurkan sistem kelistrikan, dan menimbulkan kebakaran. Bom tersebut menghancurkan sekitar 39 persen kota Nagasaki, dan memakan korban ribuan penduduk.
Baca juga: PM Jepang Dikecam Karena Pidato "Identik" di Peringatan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki
Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, dampaknya menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki. Kurang lebih separuh korban di setiap kota tewas pada hari pertama.
Pasca-“Little Boy” memporak porandakan Hiroshima dan "Fat Man" menghancurkan Nagasaki, Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman mendirikan Atomic Bomb Casualty Commission (ABCC) pada musim semi 1948. Didirikannya ABCC untuk melakukan penyelidikan mengenai dampak radiasi terhadap penyintas di Hiroshima dan Nagasaki.
Salah satu penelitian pertama yang dilakukan ABCC adalah kehamilan di Hiroshima dan Nagasaki, dan di kota kendali Kure yang terletak 18 mi (29 km) di selatan Hiroshima, untuk mempelajari kondisi dan hasil kehamilan akibat paparan radiasi.