KERAJAAN Majapahit hingga akhir abad XIV diperintah oleh lima orang raja yang berbeda. Pada periode ini, Majapahit berada di puncak kejayaannya.
Pertama, Raden Wijaya. Setelah Kerajaan Singasari runtuh, pada 1293 M muncullah era baru, yaitu dengan berdirinya Kerajaan Majapahit.
Kerajaan ini didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.
Kedua, Jayanegara. Sepeninggal Raden Wijaya, Jayanagara diangkat sebagai penggantinya mulai tahun 1309 M. Jayanagara memerintah Majapahit selama 19 tahun, yaitu sampai tahun 1328 M, karena dia dibunuh oleh Tanca.
Ketiga, Tribhuwanatunggadewi. Selanjutnya Jayanagara digantikan oleh Tribhuwanatunggadewi yang setelah menjadi raja bergelar Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Dalam perkawinannya dengan Kertawardhana memperoleh tiga orang anak, salah satunya Hayam Wuruk yang lahir pada tahun 1334 M.
Pada tahun yang sama terjadi gempa bumi yang kemudian ditafsirkan akan terjadinya perubahan besar di Majapahit. Kejadian itu diikuti dengan pengangkatan Gajah Mada sebagai patih Mmangkubumi. Tribhuwanatunggadewi memerintah selama 22 tahun sampai tahun 1350 M.
Keempat, Hayam Wuruk. Setelah Tribhuwanatunggadewi mengundurkan diri, diganti oleh Hayam Wuruk. Hayam Wuruk memerintah Majapahit cukup lama yaitu 36 tahun, antara tahun 1350 M sampai 1386 M.
Baca Juga : Gajah Mada Ternyata Seorang Adhyaksa, Hakim Tertinggi di Majapahit