Share

Barat Ingin Perpanjang Evakuasi Warga dari Afghanistan, Taliban: Batasnya hingga 31 Agustus

Antara, · Selasa 24 Agustus 2021 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 18 2460036 barat-ingin-perpanjang-evakuasi-warga-dari-afghanistan-taliban-batasnya-hingga-31-agustus-jZl7kCBdkN.jpg Tentara AS mengawal warga yang dievakuasi (Foto: Antara/Reuters)

KABUL - Taliban yang kini menguasai Afghanistan dikabarkan tidak akan memperpanjang batas waktu hingga 31 Agustus bagi pasukan Barat untuk meninggalkan negara itu.

Dua sumber di kelompok gerilyawan itu mengatakan belum ada pemerintah atau pejabat Barat yang menghubungi Taliban soal perpanjangan batas waktu penarikan pasukan.

Sebagian pasukan Barat kini masih berada di Afghanistan, terutama untuk membantu proses evakuasi warga negara mereka dan warga Afghanistan yang berisiko menjadi target Taliban.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan akan mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pekan ini untuk memperpanjang batas waktu tersebut agar bisa mengevakuasi lebih banyak orang dari Afghanistan.

(Baca juga: WHO: Bantuan Medis 500 Ton ke Warga Afghanistan Terhambat Penutupan Bandara)

Johnson akan menggelar rapat virtual dengan para pemimpin negara G7 pada Selasa (22/8) untuk membahas krisis di Afghanistan, tempat ribuan orang mendatangi bandara Kabul agar bisa pergi dari negara itu.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan negaranya tengah mendorong tenggat waktu hingga setelah 31 Agustus setelah mengidentifikasi ribuan orang, termasuk warga Afghanistan, yang akan mereka evakuasi.

Namun, Taliban harus memberikan persetujuan dan itu berarti pasukan Inggris tidak bisa bergantung pada perpanjangan waktu.

(Baca juga: Taliban Berikan Amnesti ke Presiden dan Wakil Presiden Afghanistan)

"Meskipun mereka (G7) adalah tujuh orang terkuat di planet ini, mereka tak bisa memutuskan ini sendirian. Taliban juga punya suara dan itulah sebabnya kami terus bekerja menjelang tanggal 31," terangnya.

"Bahkan jika kemauan politik di London, Washington, Paris, Berlin adalah untuk perpanjangan, Taliban bisa saja mengatakan tidak," lanjutnya.

"Jika kita bisa menunda waktu lebih lama, itu bagus, namun saya pikir kita tak seharusnya bergantung pada fakta bahwa kita memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukan ini," ujarnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini