AS Batalkan Rencana Tampung Warga Afghanistan di Pangkalan Militer di Korsel dan Jepang

Antara, · Rabu 25 Agustus 2021 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 18 2460637 as-batalkan-rencana-tampung-warga-afghanistan-di-korsel-dan-jepang-D0v5CHRS6h.jpg Warga berdemonstrasi dukung pengungsi Afghanistan di AS (Foto: Antara/Reuters)

SEOUL - Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menolak gagasan menggunakan markas militer terbesar di luar negeri, yakni Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, untuk menampung sementara pengungsi dari Afghanistan.

Menurut keterangan dua sumber terpercaya kepada Reuters, pejabat AS menilai ada tempat yang lebih baik dan memutuskan untuk mencoret nama kedua negara tersebut dari daftar karena alasan logistik dan geografis di antara alasan lainnya.

Sumber yang menolak menyebutkan namanya lantaran sensitivitas isu tersebut mengatakan awalnya Pemerintah Korea Selatan telah merespons secara positif saat AS pertama kali memunculkan ide tersebut.

Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan terkait hal itu.

Korsel juga bekerja sama dengan AS untuk mengevakuasi sebanyak 400 warga Afghanistan yang telah bekerja dengan tentara dan pekerja bantuan Korsel dan membawa mereka ke Seoul.

(Baca juga: PBB Terima Laporan Pelanggaran Eksekusi yang Dilakukan Taliban ke Warga Afghanistan)

Sebagian besar warga Afghanistan adalah tenaga medis, teknisi, penerjemah, dan beberapa di antara mereka telah membantu tentara Korsel yang ditempatkan di sana sejak 2001 hingga 2014 atau juga yang terlibat dalam misi rekonstruksi dari 2010 hingga 2014, termasuk pelatihan medis dan kejuruan.

“Meskipun ada penolakan dari warga kami dalam menerima pengungsi, orang-orang ini telah menolong kami dan itu harus dilakukan demi keprihatinan kemanusiaan dan kepercayaan masyarakat internasional,” ujar sumber itu.

Rencana untuk membawa mereka ke Seoul penuh dengan ketidakpastian karena situasi yang bergejolak di Kabul di mana ribuan orang berebut ke bandara, merasa putus asa untuk melarikan diri sebab Taliban telah mengambil alih ibu kota Afghanistan tersebut pada 15 Agustus 2021.

(Baca juga: Biden Pertahankan Tenggat Waktu Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan)

AS dan sekutunya berlomba untuk menyelesaikan evakuasi seluruh warga asing dan warga Afghanistan yang rentan sebelum tenggat waktu yang disetujui oleh Taliban, yakni 31 Agustus 2021.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini