Selain itu, juga dituturkan pandangan Agus Widjojo soal tuduhan kepada dirinya sebagai sosok yang “Terlalu Amerika” atau “Komunis” dan pemikirannya tentang dasar-dasar teknis perang tentara Indonesia.
Buku ini lebih memberi ruang pada sisi humanis, keluarga, kemiliteran, dunia LSM, serta aktivitas organisasi Agus Widjojo. Buku Tentara Kok Mikir ditulis oleh Bernarda Rurit disunting oleh Nugroho Dewanto dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.
Sejumlah teman seangkatan Agus Widjojo di AKABRI 1970 akan menghadiri peluncuran buku ini, antara lain Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Duta Besar RI untuk Filipina Letnan Jenderal TNI (Purn) Johny Josephus Lumintang.
Baca juga: Lemhanas Lakukan Studi Kasus di NTB, Bahas Apa?
Mantan Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan Wirajuda, Mantan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, serta adik Agus Widjojo yaitu Nani Sutojo juga menghadiri acara tersebut.
Selain itu, hadir teman sebangku Agus semasa sekolah, Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Strategis TNI-AD Mayjen TNI (Purn) Tulus Sihombing. Adapun Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Dokter Ryu Hassan, Alissa Wahid, Sejarawan Baskara Wardaya hadir secara virtual.
Baca juga: Gubernur Lemhanas: Soekarno Representasi Jiwa & Semangat Perjuangan Bangsa Indonesia
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.